Kemensos RI santuni Rp15 juta ahli waris setiap korban meninggal akibat COVID-19

id virus corona,COVID-19,santunan korban COVID-19,Kemensos RI,penanganan corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus

Kemensos RI santuni Rp15 juta ahli waris setiap korban meninggal akibat COVID-19

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI Asep Sasa Purnama menyampaikan paparan mengenai bantuan sosial selama pandemi COVID-19 dalam sesi jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (24/3/2020). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta, (ANTARA) - Kementerian Sosial Republik Indonesia menyampaikan akan menyalurkan santunan Rp15 juta untuk ahli waris dari setiap korban meninggal dunia karenaCOVID-19.

Pemberian santunan itu merupakan satu dari lima bentuk dukungan yang diberikan Kementerian Sosial (Kemensos) ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, kata Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin KemensosAsep Sasa Purnama saat jumpa pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa.

"(Santunan ini) ditujukan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.Kemensos RI memberi santunan ke ahli waris Rp15 juta per orang yang meninggal," ujar Asep.

Pemberian itu, menurut dia, merupakan wujud perhatian dan bela sungkawa dari negara ke para korban beserta keluarga yang ditinggalkan.

Akan tetapi, santunan itu belum diberikan ke para ahli waris, karena pihak Kemensos RI masih melakukan verifikasi daftar korban. Dirinyajuga belum dapat menjelaskan detail penyaluran santunan.

Per Senin (23/3), jumlah korban akibat COVID-19 di Indonesia mencapai 49 jiwa.

Sementara itu, jumlah pasien yang positif tertular virus mencapai 579 jiwa. Dari jumlah itu, 30 di antaranya dinyatakan sembuh.

Dari keterangan otoritas terkait, per Senin (23/3), jumlah penderita COVID-19 terbanyak masih ditemukan di Jakarta (353 kasus), disusul oleh Jawa Barat (59 kasus), Banten (56 kasus), Jawa Timur (41 kasus), Jawa Tengah (15 kasus), Kalimantan Timur (11 kasus), Bali (enam kasus), DI Yogyakarta dan Kepulauan Riau masing-masing lima kasus. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar