Demi keselamatan orang tercinta, Gubernur Sumbar imbau perantau tidak pulang kampung dulu

id perantau jangan pulang,irwan prayitno,coronavirus sumbar,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel

Demi keselamatan orang tercinta, Gubernur Sumbar imbau perantau tidak pulang kampung dulu

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. (ANTARA/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengimbau masyarakat yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia untuk tidak pulang kampung untuk sementara waktu menghindari masuknya virus coronatipe baru ke wilayah tersebut.

"Kita imbau. Untuk sementara jangan pulang dulu karena dikhawatirkan membawa virus corona sehingga membahayakan," katanya di Padang, Senin.

Menurut dia, saat ini kecenderungan perantau untuk pulang kampung cukup tinggi. Mungkin ingin melewatkan masa-masa kritis penyebaran SARS-CoV-2 bersama keluarga terdekat di kampung halaman.

Namun pemikiran seperti itu sangat salah, karena bisa tanpa disadari pulang membawa virus coronatipe baru dan menulari orang-orang tersayang di kampung.

"Bukannya memberi manfaat, tetapi mudarat. Karena itu sebaiknya para perantau bertahan dulu di daerah tempatnya berdomisili hingga kondisi benar-benar pulih," kata Irwan.

Ia menyebut saat ini untuk penerbangan keluar dari SumateraBarat jauh lebih sedikit dari penumpang yang datang. Perbandingannya hingga satu banding tiga.

"Yang pergi seribu yang datang tiga ribu," ujar dia.

Perantau juga memanfaatkan jalur darat untuk pulang ke berbagai daerah di SumateraBarat.

Pemerintah Provinsi sudah memperketat pintu kedatangan baik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) maupun yang melalui jalur darat.

"Di BIM sudah kita pasang tambahan thermo scanner dan peralatan lain untuk membantu memindai suhu tubuh penumpang yang datang. Demikian juga di perbatasan daerah sudah ada posko untuk pemantauan 24 jam," kata Irwan.

Ia berharap dengan segala upaya yang dilakukan itu, penyebaran virus coronatipe baru bisa minimalkan di SumateraBarat.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar