Jumlah terbatas, RSUD Lubukbasung pesan 65 pasang alat pelindung diri hadapi kasus covid-19

id Agam,corona,covid-19, berita padang, berita sumbar

Jumlah terbatas, RSUD Lubukbasung pesan 65 pasang alat pelindung diri hadapi kasus covid-19

Direktur RSUD Lubukbasung, Syahrizal Antoni. (ANTARA/ Yusrizal)

Lubukbasung (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat memesan 65 pasang alat pelindung diri untuk tenaga medis yang menangani pasien Corona Virus Disease (COVID-19).

"Kita telah memesan alat pelindung diri itu dan berkemungkinan akan datang dalam waktu dekat," kata Direktur RSUD Lubukbasung, Syahrizal Antoni di Lubukbasung, Minggu.

Ia mengatakan, alat pelindung diri ini digunakan untuk tenaga medis yang menangani pasien COVID-19.

Pengadaan alat pelindung diri itu dilakukan karena jumlahnya terbatas di RSUD Lubukbasung dengan jumlah 14 pasang.

Alat pelindung diri itu merupakan persediaan tahun sebelumnya milik RSUD Lubukbasung.

"Persediaan itu tidak cukup dan kita harus menambah dengan jumlah banyak," katanya.

Ia menambahkan, RSUD Lubukbasug meniadakan kunjungan bagi pasien rawat inap di rumah sakit itu dalam mengantisipasi COVID-19 dan kebijakan ini mulai diberlakukan semenjak Jumat (20/3) sampai waktu tidak ditentukan atau kondisi aman dari COVID-19.

Pasien rawat inap hanya diperbolehkan didampingi keluarga maksimal dua orang. Penuggu pasien akan diberikan kartu penunggu oleh petugas RSUD Lubukbasung.

Untuk pengunjung RSUD Lubukbasung, tambahnya, akan diskrining atau dilakukan deteksi dini oleh petugas RSUD Lubukbasung.

Selain itu, seluruh pengunjung RSUD Lubukbasung masuk melalui pintu yang telah ditentukan dan seluruh tenaga medis wajib menggunakan masker.

Bagi pasien yang akan berobat memiliki suhu tubuh tinggi dan mengalami sesak nafas, maka langsung dirawat di ruang isolasi.

Pasien tersebut bakal diperiksa kesehatannya, diberikan infus dan oksigen.

"Ini langkah yang kita lakukan dalam mengantisipasi COVID-19 di lingkungan RSUD setempat. Kita menyediakan empat ruang isolasi," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar