Pemprov Sumbar produksi massal hand sanitizer di laboratorium LL Dikti

id berita sumbar,berita padang, lldikti,hand sanitizer

Pemprov Sumbar produksi massal hand sanitizer di laboratorium LL Dikti

hand sanitizer produksi LLDIKTI Wilayah X (miko elfisha)

Hand sanitizer yang diracik di laboratorium LL DIKTI wilayah X ini sudah standar WHO jadi aman digunakan,
Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai memproduksi secara massal hand sanitizer di laboratorium Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X untuk mengantisipasi penyebaran virus corona penyebab penyakit COVID-19.

“Ada keterbatasan bahan baku. Tapi kita sudah prosuksi puluhan liter. Mudah-mudahan Senin (23/3) bisa dibagikan gratis pada masyarakat,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit dihubungi dari Padang, Jumat.

Menurutnya bahan baku yang didapatkan dari salah satu distributor di Padang yaitu PT. Novalindo Jaya Utama sebanyak puluhan liter telah didistribusikan ke laboratorium LL DIKTI untuk diracik.

Agar hasilnya maksimal, hand sanitizer itu harus diendapkan tiga hari sebelum bisa digunakan masyarakat.

Nasrul menyebut hand sanitizer menjadi salah satu kebutuhan masyarakat saat ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Namun, keberadaannya di pasaran sudah sangat langka.

Beberapa jenis hand sanitizer yang dijual pedagang, termasuk di media sosial ada yang tidak jelas produsen apalagi standarisasinya. Harganya juga mahal mencapai Rp270 ribu per botol.

"Hand sanitizer yang diracik di laboratorium LL DIKTI wilayah X ini sudah standar WHO jadi aman digunakan," katanya.

Untuk proses pembuatan pihak laboratorium LLDIKTI tidak membutuhkan waktu lama karena fasilitas laboratorium dan tenaga ahli sudah ada. Tinggal menyediakan bahan baku saja.

“Hand sanitizer ini kita upayakan bisa terus diproduksi, dikemas dalam botol spray kecil dan dibagikan gratis pada masyarakat," ujarnya.

Ia berharap seluruh lembaga yang memiliki laboratorium analisis, untuk dapat memproduksi hand sanitizer setidaknya untuk kebutuhan internal.

Analis laboratorium LLDIKTI Wilayah X, Irna Humaira menyebut hand sanitizer yang dihasilkan ditambah dengan ekstrak minyak atsiri jeruk untuk menyamarkan bau alkohol.

“Ekstrak minyak atsiri jeruk itu sebagai aroma wewangian dan sekaligus meminimalkan bau alkohol yang cukup menyengat,” katanya.

Menurutnya formula tersebut akan diberikan kepada siapa yang membutuhkan sehingga bisa meracik sendiri.

Irna menambahkan, LLDIKTI wilayah X membuka ruang untuk lembaga atau instansi lain jika ingin memproduksi hand sanitizer. Tim ahli yang ada di laboratorium, siap membantu pihak terkait jika memang ingin memproduksi hand sanitizer.

Tetapi sesuai dengan prosedur yang ada, harus mengajukan surat permohonan terlebih dahulu.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar