Pemkab : Ketersediaan cairan disinfektan di Dinkes Agam terbatas

id Agam,corona, disentifektan,Sumbar,cairan

Pemkab : Ketersediaan cairan disinfektan di Dinkes Agam terbatas

Petugas Dinkes Kabupaten Agam, sedang melakukan penyemprotan disinfektan di Mapolres Agam. (ANTARA/ Ari Yusrizal)

Lubukbasung (ANTARA) - PemerintahKabupaten Agam menyatakan ketersediaan cairan disinfektan di Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat terbatas dan hanya ada 65 liter untuk antisipasi Corona Virus Disease (COVID-19) di daerah itu.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Agam, Espianti di Lubukbasung, Rabu, mengatakan ke 65 liter cairan disinfektan berupa alkohol 99 persen itu merupakan persediaan 2019.

"Saat ini alkohol itu masih tersimpan di gudang milik Dinas Kesehatan Agam," katanya

Ia mengatakan, untuk pengadaan disinfektan tahun ini sedang dalam proses, namun ketersediaan tidak ada di seluruh distributor.

Dengan kondisi itu, Dinkes setempat tidak bisa mengakomodir permintaan penyemprotan cairan disinfektan.

"Kita hanya melakukan penyemproyan cairan disinfektan di ruangan pelayanan Mapolres Agam, Senin (16/3)," katanya.

Selain disinfektan, tambahnya, ketersediaan masker di Dinkes Agam juga terbatas dengan jumlah17.500lembar atau 200 kotak dan ditambah ketersediaan di Puskesmas.

Saat ini sudah ada organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Agam yang meminta masker tersebut.

Namun Dinkes Agam tidak bisa memberikan karena masker itu hanya untuk penderira COVID-19, penjaga orang sakit dan orang beresiko tinggi atau tenaga kesehatan.

Ia mengimbau warga untuk memaksimalkan cuci tangan dengan sabut dengan air mengalit setiap saat, hindari kontak dengan orang lain dan tingkatkan gizi, karena virus gampang menular apabila kondisi kesehatan lemah.

"Mudah-mudahan dengan imbauan itu virus itu tidak akan tertular," katanya.

Bupati Agam Indra Catri meminta seluruh OPD untuk menyediakan alat pembersih tangan dan deterjen untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Ini merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan agar COVID-19 tidak mudah menyebar, dengan cara menjaga kebersihan,” katanya.

Bupati juga mengingatkan OPD agar perjalanan dinas ke luar daerah maupun luar provinsi dilaksanakan secara selektif, begitu juga dengan mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

"Jika tidak terlalu penting saya minta ditunda terlebih dahulu dan saya juga mengimbau wali nagari untuk memantau warganya yang baru datang dari daerah luar," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar