Keracunan ikan tongkol di Pasaman Barat, tiga orang masih dirawat

id warga keracunan,ikan tongkol,pasaman barat,berita sumbar

Keracunan ikan tongkol di Pasaman Barat, tiga orang masih dirawat

Puluhan warga Talamau Kabupaten Pasaman Barat keracunan setelah makan ikan tongkol sejak Rabu (11/3) dan tiga orang hingga saat ini masih dirawat di Puskesmas Talu. (ANTARA/Altas Maulana)

Simpang Empat, (ANTARA) - Tiga orang warga Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat yang keracunan setelah makan ikan tongkol masih dirawat di Puskesmas Talu, Kamis (12/3).

"Tiga orang masih dirawat untuk pemulihan. Pengobatan telah kita lakukan sejak Rabu malam. Kondisinya sudah mulai stabil," kata Kepala Puskesmas TaluSahri Elva di Simpamg Empat, Kamis.

Ia mengatakan puluhan warga lainnya sudah pulang ke rumah karena kondisinya sudah stabil dan sehat.

"Sejak malam mereka mendapatkan pengobatan di Puskesmas Talu, karena keluhan pusing, mual dan muntah karena usai memakan ikan tongkol," katanya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk tindak lanjut permasalahan itu.

"Direncanakan hari ini Dinas Kesehatan kabupaten akan turun mengambil sampel ikan yang diduga membuat warga keracunan," ujarnya.

Baca juga: Lebih 50 warga Talamau Pasaman Barat keracunan setelah makan ikan tongkol (Video)

Pada Rabu (11/3) malam lebih dari 50 orang warga diduga keracunan makan ikan tongkol usai membelinya di pasar Talu dan Tinggam.

Pada umumnya pasien mengalami mual, pusing dan muntah. Bagi pasien yang sudah pulang diwajibkan kontrol pada Kamis pagi, katanya.

Menurutnya keterangan beberapa warga, ikan tongkol yang dibeli masyarakat diduga berasal dari Sibolga Sumatera Utara saat pasar Talu Rabu (11/3).

"Hari Rabu adalah hari pasar di Talamau dan ada juga warga membeli ikan itu di pasar Tinggam Talu," katanya.

Namun bukannya malah mengenyangkan, para korban malah merasakan mual dan sakit perut.

Bahkan ada korban yang mengalami pusing dan lemas. Sehingga mereka beramai-ramai berobat ke Puskesmas Talu. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar