Angka kelahiran di Sumbar meningkat 2,68 pada 2019

id BKKBN Sumbar,Padang,angka kelahiran

Angka kelahiran di Sumbar meningkat 2,68 pada 2019

Kepala BKKBN Perwakilan Sumbar Etna Estelita (ANTARA/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sumatera Barat mencatat jumlah total rata-rata angka kelahiran atau total fertility rate di daerah itu meningkat dari 2,5 pada 2017 menjadi 2,68 pada 2019.

Kepala BKKBN Perwakilan Sumatera Barat Etna Estelita dalam Rakorda Bangga Kencana Sumatera Barat di Padang, Kamis mengatakan angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang hanya 2,45.

Ia mengatakan pada tahun ini menargetkan dapat menurunkan angka tersebut daru 2,68 menjadi 2,24 sesuai dengan target yang ingin dicapai.

Menurut dia dalam mewujudkan hal tersebut harus didukung oleh seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, TNI dan lainnya.

Ia menilai naiknya angka tersebut didasari beberapa hal dan salah satunya adalah kesadaran masyarakat menggunakan kb. Menurut dia pengetahuan masyarakat tentang KB sebenarnya sudah ada namun ada beberapa persoalan sehingga tidak menggunakannya.

Dari catatan BKKBN pada 2019, pemakaian alat kontrasepsi Modern (mCPR) di Sumatera Barat tahun 2019 berada di angka 47,97. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan 2018 yaitu 48,3.

“Ini menunjukkan bahwa dengan rendahnya mCPR akan berdampak meningkatnya TFR. Untuk itu perlu kita tingkatkan pemakaian alat kontrasepsi modern di Sumatera Barat karena dianggap lebih efektif,” katanya.

Sementara itu Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan ada tiga hal yang menyebabkan tingginya angka kelahiran yakni penggunaan alat kontrasepsi yang rendah, kebutuhan KB masyarakat yang tidak terpenuhi serta anggaran atau program yang minim.

“Di Sumbar tidak ada yang menghambat orang untuk melakukan KB, namun karena anggaran untuk program ini masih rendah sehingga perlu diperhatikan secara khusus. Mari kita tekan angka kelahiran ini bersama-sama,” katanya

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar