BNNP Sumbar ajak masyarakat dan lintas sektor bersinergi berantas narkoba

id berita solok, berita sumbar, BNNP Sumbar, narkoba, BNNK

BNNP Sumbar ajak masyarakat dan lintas sektor bersinergi berantas narkoba

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol. Drs. Khasril Arifin (tengah) didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Solok, AKBP Saifuddin Anshori (kedua dari kiri) saat diwawancarai di Arosuka, Jumat malam. (Antara/Tri Asmaini)

Arosuka, (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat mengajak masyarakat dan lintas sektor mulai Polres, Pemerintah daerah, lembaga adat bersinergi memberantas narkoba di Kabupaten Solok.

"Sumbar merupakan garis merah peredaran narkoba. Untuk memberantas peredaran narkoba tidak hanya bisa dilaksanakan oleh BNNP dan BNNK saja," kata Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin di Arosuka, Jumat malam.

Hal tersebut disampaikan dalam acara temu ramah dan dengar pendapat BNNP Sumbar dengan Forkopimda dan elemen masyarakat dalam mengimplementasikan P4GN dan mewujudkan Kabupaten Solok Bersinar (KSB).

Menurutnya, di Sumbar hanya ada empat BNNK. Tentu hal tersebut tidak dapat menjangkau pemberantasan narkoba di setiap kota dan kabupaten yang ada di Sumbar.

Kekurangan tersebut harus dibantu dengan pemerintah daerah, elemen masyarakat, perangkat nagari dan kelompok penggiat anti narkoba yang telah dibentuk.

Selain itu, pentingnya setiap keluarga diberikan sosialisasi agar mau memberikan informasi atau mengajukan orang yang diketahuinya korban penyalahgunaan narkoba untuk bisa direhabilitasi.

"Sebab masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jika korban penyalahgunaan narkoba yang dilaporkan ke BNNK untuk rehabilitasi tidak akan ditangkap," ujarnya.

Menurutnya korban pengguna narkoba seharusnya memang direhabilitasi daripada ditangkap atau berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) nantinya. Sebab di lapas, masih ada keresahan korban bisa mengakses narkoba kembali.

"Sebab masih minimnya pengawasan di Lapas. Dari data hampir 80 persen orang yang masuk Lapas, tetap masih bisa mengakses narkoba," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Solok, AKBP Saifuddin Anshori mengatakan pihaknya berusaha mengaktifkan berbagai kelompok pegiat anti narkoba yang ada di Kabupaten Solok dalam memberantas narkoba.

Sejak BNNK Solok berdiri pada 2016, pihaknya membentuk tiga kelompok penggiat narkoba yang ada di Nagari Surian, Lolo, dan Cupak.

Selain itu, pada 2019, BNNK sudah membentuk nagari bersih dari narkoba (Bersinar) di Cupak.

Ia berharap Nagari Bersinar dan kelompok penggiat narkoba nantinya ada di seluruh nagari di Kabupaten Solok sehingga bisa memerangi narkoba di daerah tersebut.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar