Dari Rp20 ribu per kilogram kini harga bawang bombay menggila

id bawang bombay,pasar tradisional,Harga cabai,Pasar Kramat Jati,Bawang

Dari Rp20 ribu per kilogram kini harga bawang bombay menggila

Pedagang di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Putra menjual bawang bombay Rp70 ribu per kilogram karena minimnya pasokan, Rabu (26/02/2020). (ANTARA/Mochamad Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Harga bawang bombay impor di dua pasar tradisional di Jakarta menembus Rp70-90 ribu per kilogram (kg) karena tingginya permintaan, sedangkan pasokancenderung minim pada musim hujan ini.

Pedagang di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Ibu Haji Cabe, Kamis, mengatakan bahwa harga bawang bombay di tempatnya kini dijual Rp90 ribu per kg, padahal sebelumnya pernah Rp20 ribu.

"Bawang bombay sudah susah, saya ngambil pasokannya dari Kramat Jati," katanya.

Pedagang lainnya, Mahmud, malah menjual komoditas itu Rp70 ribu sejak lima hari lalu.

"Bawang bombay pasokannya sudah sedikit," kata Mahmud, tanpa merinci berapa banyak biasanya ia menyetok komoditas itu.

Ia mengakui, bawang bombay merupakan barang impor. Dia mendapatkannya Pasar Induk Kramat Jati.

"Ini kan barang impor dari luar. Mengapa pasokannya dikit, saya gak tahu," kata Mahmud.

Pasar Johar Baru

Sementara itu, di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (26/2), harga bawang bombay sudah melonjak sejak dua minggu lalu dari Rp50 ribu, kini Rp70 ribu per kg.

"Awalnya sih Rp50 ribuan, terus Rp55 ribuan, hingga Rp70 ribu sekarang," kata salah satu pedagang di pasar itu, Putra.

Pedagang lainnya, Amelmenjual komoditas itu Rp80 ribu per kg karena tidak ada barang dan diduga terdapat permainan harga oleh distributor besar.

"Tidak ada barang,bisa jadi. Barang kan sumbernya tidak ada dan mungkin sama bandar-bandar itu kan barang di gudang mungkin dimainkan harganya," kata Amel.

Selain itu, harga cabai keriting pun sejak seminggu lalu melonjak naik menjadi Rp65 ribu dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kg.

"Cabai keriting juga naik sejak seminggu lalu jadi Rp65 ribu yang awalnya Rp40 ribu," kata Putra.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar