Rencana penempatan polisi di lokasi pembangunan tol, ini tanggapan Wagub

id tol sumbar-riau,pembangunan tol sumbar,polisi jaga pembangunan tol,kendala tol sumbar,nasrul abit

Rencana penempatan polisi di lokasi pembangunan tol, ini tanggapan Wagub

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit (ANTARA/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mendukung penempatan personel kepolisian di lokasi pembangunan tol Padang Pariamanmenuju Pekanbaru sebagai upaya mempercepat pembangunan proyek strategis nasional tersebut.

“Keputusan penempatan personel kepolisian di sana merupakan hasil rapat bersama Forkopimda dan kita dukung itu agar pembangunannya lancar,” katanyadi Padang, Rabu.

Menurut dia dengan kehadiran personel kepolisian memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pekerja di lokasi dan juga membuat tenang masyarakat.

“Kita berharap masyarakat dapat memahami ini dan kita terus berupaya menyukseskan program strategis ini,” kata dia.

Terkait dengan adanya penolakan masyarakat yang tidak ingin lahannya dilalui jalur tol, ia meminta masyarakat jangan memberikan reaksi terlalu cepat.

Ia mengatakan untuk skema jalur yang dilalui masih bisa diubah karena belum final, jika mengenai lahan masyarakat dan menimbulkan persoalan maka akan dialihkan ke lahan lain.

“Tentu akan kita alihkan ke daerah lain yang lahannya kosong. Masih banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkamn untuk itu. Kita berharap seluruh pihak mendukung keberadaan jalan tol ini untuk kemajuan Sumbar,” katanya.

Sebelumnya Kapolda Sumbar menyatakan siap membantu pemerintah daerah menyukseskan pembangunan jalan Tol yang menghubungkan Padang Pariaman menuju Pekanbaru yang terbengkalai sejak diresmikan Presiden Jokowi.

"Kita siap membantu pemerintah daerah untuk menyukseskan pembangunan proyek nasional ini berjalan dengan baik," katanya

Ia mengatakan pembangunan jalan tol ini diresmikan oleh Presiden Jokowi dan ditargetkan selesai hingga tahun ini. Namun, lanjutnya ada beberapa kendala sehingga hingga tahun ini tidak dapat selesai sesuai target.

Beberapa kendala yang muncul seperti pembayaran ganti rugi tanah yang tidak disepakati antara pemerintah dengan masyarakat dan lainnya.

Ia mengatakan ketika dirinya baru dilantik langsung bertemu pemerintah provinsi dan membentuk "desk" pembebasan lahan tol ini.

"Kita duduk bersama untuk memetakan masalah dan mencari solusinya. Dari 125 bidang lahan yang ada yang dapat dibebaskan hanya sembilan bidang saja," kata dia.

Menurut dia pembebasan lahan ditargetkan sepanjang 4,2 kilometer untuk ruas jalan Padang Pariaman menuju Sicincin.

"Kita akan cari solusi terbaik agar proyek ini dapat berjalan sesuai target," kata dia.

Sementara itu Karo Ops Polda Sumbar Kombes Pol Firli mengatakan timnya menurunkan 79 personel ke lokasi untuk menjaga dan mengamankan pengerjaan proyek strategis nasional

"Kita terus lakukan rapat bersama untuk mengurai persoalan ini agar dapat diselesaikan secepatnya," kata dia.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar