Waspadai angin kencang hingga 60 kilometer per jam hingga dua hari ke depan

id berita padang, berita sumbar,pohon tumbang, angin kencang

Waspadai angin kencang hingga 60 kilometer per jam hingga dua hari ke depan

Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang membersihkan pohon tumbang yang menimpa salah satu toko di Jalan Kampung Nias Padang pada Sabtu (22/2). (Antara/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (ANTARA) - Warga yang bemukim di pesisir barat Sumatera Barat diminta mewaspadai dampak dari angin kencang yang berembus hingga kecepatan 60 kilometer per jam yang diperkirakan akan terjadi hingga dua hari ke depan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologidan Geofisika.

"Sejak tiga hari terakhir di wilayah Sumbar khususnya pesisir barat terjadi angin kencang dengan kategori ekstrem mencapai 60 kilometer per jam pada pagi hingga siang hari," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha di Padang, Sabtu.

Ia menjelaskan angin tersebut disebut angin timuran dan setelah melewati Bukit Barisan kecepatannya menjadi bertambah.

Oleh sebab itu daerah yang berada di lereng bukit kecepatan angin akan menjadi lebih kencang dirasakan, kata dia.

Yudha menyampaikan angin kencang ini terjadi di sepanjang wilayah pesisir barat Sumbar mulai dari Pesisir Selatan, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Agam hingga Pasaman Barat.

BMKG memperkirakan cuaca di Sumbar pada 22 Februari pada pa cerah berawan hingga sore hari.

Pada malam hari terdapat potensi hujan ringan di wilayah Solok Selatan, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok dengan suhu udara 18 sampai 33 derajat celcius.

Ia mengingatkan kepada warga masyarakat mewaspadai dampak dari angin kencang ini karena bisa menyebabkan pohon tumbang.

BMKG memperkirakan terjadi cuaca ekstrem di Sumatera Barat hingga Maret 2020.

"Kondisi cuaca di Sumbar pada umumnya hingga Maret diperkirakan masih cenderung terjadi hujan," kata dia.

Seebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengingatkan warga setempat mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang terjadi hingga Maret 2020 berpotensi menyebabkan banjir hingga longsor.

"Berdasarkan informasi dari BMKG hingga Maret 2020 ada potensi cuaca ekstrem, masyarakat diminta lebih waspada dan melakukan antisipasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Barlius.

Menurut dia dampak cuaca ekstrem menimbulkan bencana hidrometeorologi yang paling nyata di Padang adalah pohon tumbang.

"Karena itu masyarakat harus waspada misalnya saat akan parkir kendaraan jangan disamping pohon yang berpotensi tumbang karena bisa menimpa kendaraan," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar