Guru besar : senyawa bahan alam dapat jadi inhibitor korosi yang ramah lingkungan

id berita padang, berita sumbar, guru besar unand, korosi

Guru besar : senyawa bahan alam dapat jadi inhibitor korosi yang ramah lingkungan

Guru besar ilmu kimia Unand Prof Emriadi. (Antara/Humas)

Padang, (ANTARA) - Guru besar Ilmu Kimia Universitas Andalas (Unand) Padang Prof Emriadi mengemukakan sejumlah senyawa bahan alam dapat menjadi inhibitor korosi atau anti karat pada logam yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

"Selama ini logam yang banyak digunakan untuk industri dan rumah tangga memiliki kelemahan yaitu sifatnya dapat terkorosi , penggunaan ekstrak tanaman, asam amino, logam tanah jarang, biopoliner, surfaktan dan cairan ionik dapat menjadi inhibitor korosi tersebut," kata dia di Padang, Kamis.

Ia memaparkan hal itu pada orasi ilmiah berjudul Prospek Senyawa Bahan Alami Sebagai Inhibitor Korosi Yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis pada pengukuhan guru besar tetap ilmu kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unand.

Ia menjelaskan korosi merupakan fenomena elektrokimia yang dapat ditimbulkan oleh keadaan lingkungan seperti udara lembap, bahan kimia, air laut dan garam.

Di Indonesia korosi logam menjadi perhatian serius karena sebagian wilayah di negara ini terdiri atas lautan tropis dengan curah hujan yang tinggi sehingga memicu korosi dengan cepat, katanya.

Menurut dia korosi menjadi permasalahan utama menyebabkan kerugian besar akibat rusaknya gedung, jembatan, mesin, alat rumah tangga hingga pipa sehingga butuh biaya besar mengatasinya.

"Korosi dapat membahayakan nyawa manusia seperti runtuhnya jembatan yang menghubungkan Point Pleasant Virginia Barat dengan Kanauga Ohio pada 1967 yang terjadi akibat korosi menelan korban 46 orang meninghal," kata dia.

Di Indonesia pada awal 2020 ambruknya gedung Alfa Mark di Jalan Brigjend Katamso Slipi Jakarta berdasarkan penyelidikan polisi juga akibat korosi atau perkaratan kerangka baja pada struktur beton.

Selama ini beberapa metode yang dilakukan menghambat laju korosi seperti pengecatan, perlindungan katodik, pelapisan logam dan pemilihan bahan.

Akan tetapi metode tersebut memiliki kelemahan seperti sulit diaplikasikan, berbiaya mahal, tidak tahan lama hingga memberikan dampak negatif pada lingkungan, ujar dia.

Oleh sebab itu metode sederhana dan populer yang dapat digunakan adalah penggunaan inhibitor korosi.

Inhibitor berfungsi menghambat korosi pada logam dan ada dua jenis yaitu organik dan anorganik, ujarnya.

Ia menyampaikan penggunaan inhibitor korosi dari bahan alam memiliki efisiensi tinggi dan lebih ramah lingkungan.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar