Sempat mencoba kabur, ASE akhir dibekuk di belakang rumah karena memiliki sabu-sabu

id polres agam,narkoba di agam,penangkapan pengedar narkoba

Sempat mencoba kabur, ASE akhir dibekuk di belakang rumah karena memiliki sabu-sabu

Barang bukti narkoba. (ANTARA/HO)

​​​​​​​Lubukbasung, (ANTARA) - Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Agam, Sumatera Barat berhasil menangkap ASE (29) diduga pengedar narkoba golongan satu jenis sabu-sabu di rumahnya di Kampung Tabu, Jorong Dua Garagahan, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubukbasung, Rabu (19/2) sekitar 23.15 WIB.

Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan didampingi Kasat Res Narkoba Polres Agam AKP Elvis Susilo di Lubukbasung, Kamis, mengatakan anggota berhasil mengamankan tiga paket sabu-sabu, uang Rp250 ribu, satu unit timbangan digital, satu alat hisap dan lainnya di rumah tersangka.

"Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Agam untuk proses selanjutnya," katanya.

Ia mengatakan saat akan ditangkap tersangka sedang berdiri di teras rumahnya dan mencoba melarikan diri ke belakang rumahnya.

Kemudian tim Opsnal Satres Narkoba Polres Agam langsung mengejar dan menangkap pelaku.

Setelah itu menggeledah badan pelaku ditemukan telepon genggam dan uang senilai Rp250 ribu di dalam jaketnya.

Pelaku dibawa ke rumahnya dan dilakukan penggeledahan di dalam rumahnya dan ditemukan satu buah kotak rokok yang berisikan satu paket narkotika jenis sabu-sabu yg dibungkus plastik warna bening.

Anggota melanjutkan penggeledahan ke dalam kamar pelaku dan ditemukan satu buah kotak rokok berisi dua paket sabu-sabu diatas loteng kamar.

Di loteng, tambahnya anggota juga menemukan satu unit timbangan digital warna hitam, satu buah kaca pirek, dua buah pipet warna bening, dan satu buah mancis warna bening.

"Anggota langsung melakukan penyitaan barang bukti yang disaksikan oleh dua orang saksi," katanya.

Dari keterangan tersangka, sabu-sabu itu dibeli dari salah seorang dengan inisial R yang berdomisili di Kota Padang.

Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Agam langsung melakukan pengembangan, namun alamat pasti R tidak ditemukan.

Atas perbuatannya tersangka diancam Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar