Ricuh, massa mantan kombatan GAM gagalkan Muswil Partai Aceh

id Berita Aceh Terkini,Berita Aceh,Massa gagalkan muswil Partai Aceh ,Aceh Barat,KPA,GAM

Ricuh, massa mantan kombatan GAM gagalkan Muswil Partai Aceh

Polisi berusaha menenangkan massa saat terjadinya kericuhan di luar aula sebuah hotel di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, saat berlangsungnya Musyawarah Wilayah Partai Aceh Kabupaten Aceh Barat, Minggu (16/2/2020). (ANTARA/HO)

Meulaboh, (ANTARA) - Massa dari kalangan anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) atau mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan simpatisan menggagalkan Musyawarah Wilayah Partai Aceh yang digelar di sebuah hotel di ruas Jalan Teuku Umar, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Minggu sore.

Akibatnya, agenda Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Aceh yang mengagendakan pemilihan ketua baru di partai lokal tersebut gagal dilaksanakan karena terjadi kericuhan di luar aula hotel. Hanya agenda seremonial saja yang bisa dilaksanakan.

Seratusan personel polisi dari Polres Aceh Barat dan kendaraan Barracuda juga dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan muswil sehingga keamanan di lokasi hotel dapat terkendali.

Sejumlah pengurus dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh, yakniAdnan Beuransah, Azhar Abdurrahman, dan Tarmizi Panyang yang akan hadir ke lokasi muswil juga terpaksa menumpang kendaraan Barracuda milik polisi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Hingga Minggu malam, massa dari partai lokal tersebut masih berkumpul di beberapa titik di Meulaboh, Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat, menunggu kejelasan agenda muswil yang tertunda sambil menunggu keputusan dari Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh yang hadir ke Aceh Barat.

"Kami tetap menolak kegiatan Muswil Partai Aceh di Aceh Barat apabila dilaksanakan tidak sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Aceh," kata Ketua Pimpinan Sagoe (cabang) Kecamatan Woyla, Aceh Barat, Hamdani, Minggu malam.

Menurut dia, para pengurus bersama simpatisan partai lokal tersebut tetap akan menolak kegiatan muswil apabila kegiatan ini dilaksanakan secara tertutup, dan mereka menolak apabila seluruh kader partai tidak diundang dalam kegiatan muswil.

Mereka juga menuntut Dewan Pimpinan Partai Aceh segera memberi kejelasan dan mendesak agar kegiatan muswil digelar ulang, dan dilaksankan secara demokratis.

"Kalau acara muswil dilaksanakan tidak secara terbuka dan aturan partai, kami tetap akan menolak," katanya.

Massa memadati kendaraan Baracuda yang ditumpangi sejumlah petinggi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh saat terjadinya kericuhan di luar aula sebuah hotel di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, saat berlangsungnya musyawarah wilayah Partai Aceh Kabupaten Aceh Barat, Minggu (16/2/2020). (ANTARA/HO)


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh BaratSamsi Barmi dalam keterangannya kepada wartawan di Meulaboh mengatakan pada prinsipnya kegiatan muswil tetap berjalan sesuai agenda yang telah direncanakan.

Namun untuk keputusan selanjutnya, pihaknya masih menunggu arahan dai DPP Partai Aceh terhadap mekanisme pemilihan pimpinan partai lokal di Aceh Barat.

Sedangkan Plt Sekretaris Partai Aceh Yussan yang dikonfirmasi terpisah menolak memberikan keterangan terkait kericuhan saat pelaksanaan muswil.

"Nanti kami akan membuat keterangan saat jumpa pers. Untuk waktunya akan kami beritahu," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar