Pamit pergi ke ladang, warga Bayang ditemukan tewas tertimbun longsor

id berita pesisir selatan, berita sumbar, longsor, banjir

Pamit pergi ke ladang, warga Bayang ditemukan tewas tertimbun longsor

Jenazah korban yang tertimbun material longsor di Kecamatan Bayang. (Antara/Istimewa)

Painan (ANTARA) - Warga Nagari Ampuan Lumpo, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Irdin (67) ditemukan tewas tertimbun material longsor Bukit Sironjong, Nagari Aur Bagalung Talaok, Sabtu siang jam 13.30 WIB.

"Longsoran material bukit tepat di lokasi pondok korban, kami menduga saat longsor terjadi pada Jumat (14/2) korban berada di pondok tersebut," kata Kapolsek Bayang Iptu Advianus di Painan, Sabtu.

Saat korban ditemukan kepalanya tertimpa pohon dan badannya tertutup tanah secara keseluruhan.

Usai ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke RSUD M Zein untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.

Sementara itu Irnin (60), istri korban menyebutkan sebelum ia mendapatkan informasi suaminya tertimbun longsor, pada Jumat (14/2) suaminya pamit pergi ke ladang.

Sebelum mendapat informasi, ia mengaku sudah memiliki firasat yang kurang baik dan mencoba menghubungi suaminya via telepon genggam namun tak kunjung tersambung.

"Karena waktu itu hujan turun dengan intensitas tinggi dan saya sangat was-was terhadap keselamatan almarhum," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pesisir Selatan, Rinaldi menyebutkan akibat turunnya hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (14/2) juga menyebabkan lima rumah di kecamatan setempat tertimbun longsoran material bukit.

"Selain longsor, banjir juga terjadi di beberapa titik di Kecamatan Bayang," kata dia.

Menyikapi hal tersebut, hari ini perangkat daerah terkait menurunkan dua alat berat jenis eskavator dan loder.

"Dibantu masyarakat longsoran material Lereng Bukit dan Gunung Cerek yang menimpa rumah warga bisa dibersihkan, hari ini, Dinas Sosial juga menyerahkan sembako ke para korban," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar