Penggunaan transaksi nontunai dinilai dapat meningkatkan PAD pada sektor pariwisata

id berita padang, berita sumbar, BI Sumbar, nontunai

Penggunaan transaksi nontunai dinilai dapat meningkatkan PAD pada sektor pariwisata

Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama (kanan). (Antara/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (ANTARA) - Bank Indonesia menilai penggunaan sistem pembayaran nontunai pada sektor pariwisata seperti karcis masuk objek wisata dapat meningkatkan pendapatan asli daerah di sektor itu.

"Biasanya kalau penggunaan transaksi tunai menggunakan karcis bisa saja yang terjual 100 namun yang disetor di bawah itu, kalau dengan nontunai berapa pengunjung yang membayar langsung masuk dan terdata," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Selasa.

Menurut dia selain lebih praktis karena uang langsung masuk dan terdata dengan akurat penggunaan sistem pembayaran nontunai juga akan memudahkan pengunjung karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak saat berwisata.

Ia menyampaikan daerah yang telah menerapkan sistem pembayaran nontunai untuk retribusi objek wisata biasanya pendapatan asli daerah dari sektor tersebut langsung naik karena celah kebocoran sudah tertutup.

"Penggunaan sistem pembayaran nontunai bisa dengan uang elektronik yang menggunakan mesin EDC," kata dia.

Kemudian saat ini BI sudah meluncurkan Bank Indonesia secara resmi meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).

"Implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, dan saat ini tengah diberlakukan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) ," kata dia,

Wahyu menjelaskan selama ini sudah ada beberapa penyelenggara jasa sistem pembayaran yang menyediakan pembayaran menggunakan barcode seperti ovo, hingga go pay.

Akan tetapi masyarakat hanya bisa menggunakan satu aplikasi saja misalnya pengguna go pay hanya bisa menggunakan pada alat yang disedikan untuk gopay, dengan adanya QRIS lebih universal dan praktis karena semuanya bisa digunakan, kata dia.

Ia menyampaikan penggunaan QRIS juga efisien karena transaksi langsung dan tidak ada masa jeda dan apapun aplikasinya dapat digunakan.

Cara penggunaan juga mudah cukup memindai barcode menggunakan telepon pintar kemudian memasukan PIN dan nominal yang akan dibayarkan, kata dia.

Untuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) yaitu penjual yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli ketika melakukan transaksi pembayaran.

Sebelumnya Pemerintah Kota Padang resmi menerapkan pemakaian uang elektronik untuk membayar biaya masuk ke Objek Wisata Pantai Air Manis yang dikenal dengan Legenda Batu Malin Kundang si Anak Durhaka.

Penerapan produk uang elektronik keluaran BRI yaitu kartu Brizzi tersebut ditandai dengan peluncuran resmi oleh Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa di Padang pada 23 November 2019.

Wakil Wali Kota Hendri mengatakan pihaknya menyambut baik upaya BRI Padang bekerja sama dengan beberapa pihak sekaitan penerapan Kartu Brizzi bagi pengunjung Pantai Air Manis.

"Penggunaan Kartu Brizzi ini untuk memberikan kenyamanan, keamanan dan kepastian bagi semua pihak terutama pengunjung Pantai AirManis," kata dia.

Selain itu juga upaya ini juga bagian mendukung program pemerintah sesuai arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur Sumatera Barat bahwa digitalisasi harus diterapkan oleh setiap pemerintah daerah.

Hendri mengatakan penggunaan Kartu Brizzi hanya mengganti sistem penggunaan uang tunai dengan nontunai.

Hal ini juga menjawab keraguan terhadap masalah dugaan kebocoran dari retribusi uang masuk beserta parkir di Pantai Air Manis Padang, kata dia.

Ia menyampaikan Pemko Padang akan terus berupaya setiap penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) semuanya akan menggunakan digitalisasi seperti yang telah diterapkan pada Bus Trans Padang dan kolam renang Teratai.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar