Momok HIV/AIDS hantui Pasaman Barat, DPRD: sosialisasi perlu ditingkatkan

id HIV/AIDS,DPRD Pasaman Barat,Bahaya HIV/AIDS

Momok HIV/AIDS hantui Pasaman Barat, DPRD: sosialisasi perlu ditingkatkan

Ketua Komisi IV DPRD Pasaman Barat, Adriwilza

Simpang Empat,- (ANTARA) - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Adriwilza menilai sosialisasi tentang bahaya penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) perlu ditingkatkan.

"Informasi mengenai banyaknya warga Pasaman Barat mengidap HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan. Ini perlu menjadi perhatian serius bagi kita semua," kata dia, Selasa.

Menurut dia, sosalisasi dan pencegahan terhadap penyakit ini perlu dilakukan sejak dini. Jangan biarkan penyakit ini berkembang di Pasaman Barat.

"Apalagi menurut informasi, penyebab banyaknya penyakit ini adalah perilaku sex menyimpang," katanya.

Untuk itu, kata dia, perlu komitmen bersama agar sosialisasi tentang bahaya penyakit HIV AIDS perlu ditingkatkan.

"Dinas Kesehatan harus serius menyikapi hal ini. Berdayakan puskesmas sampai ke tingkat bawah untuk sosialisasi," tegasnya.

Selain sosialisasi, pembekalan ilmu agama terhadap anak sejak dini penting dilakukan. Sebab, perilaku anak-anak banyak menyimpang dan mengarah kepada perbuatan yang tidak sesuai dengan kaidah agama.

"Mari bekali anak-anak kita dengan ilmu agama. Awasi pergaulan mereka," imbaunya.

Sebanyak 16 orang warga Pasaman Barat, terjangkit penyakit HIV/AIDS sejak 2019.

Dari 16 orang itu, 14 orang ditemukan pada 2019 dan tiga orang meninggal dunia. Sedangkan dua orang ditemukan pada awal 2020.

Untuk kasus temuan pada 2019 dialami oleh warga berumur 25 sampai 49 tahun sebanyak 11 orang yang terdiri dari tujuh laki-laki dan empat perempuan.

Sedangkan pengidap umur 15 sampai 19 tahun sebanyak satu orang perempuan dan di bawah empat tahun sebanyak dua orang laki-laki.

Dari kajian yang dilakukan penyebab dari HIV/AIDS itu perilaku sex menyimpang atau sek sejenis. Kemudian warga yang mengidap HIV/AIDS pada 2020 ini ditemukan sebanyak dua orang laki-laki.

Bagi pasien terkena HIV/AIDS sudah diobati oleh Dinas Kesehatan. Penderita akan menjalani pengobatan seumur hidup untuk menjaga daya tubuh tidak menurun.

Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan melalui puskesmas yang ada.

Dinas Kesehatan juga mengadakan sosialisasi ke masyarakat, penjaringan deteksi dini untuk ibu hamil dan pemeriksaan ibu hamil.

Kemudian Dinas Kesehatan juga melakukan sosialisasi ke sekolah, perguruan tinggi dan puskesmas tentang bahaya penyakit HIV/AIDS.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar