Wasit Liga Spanyol diistirahatkan setelah membuat Barca dan Real Betis marah

id wasit liga spanyol,barcelona,real betis

Wasit Liga Spanyol diistirahatkan setelah membuat Barca dan Real Betis marah

Pesepak bola Barcelona Clement Lenglet i(kiri) diganjar kartu merah oleh wasit Sanchez Martinez pada menit ke-79 dalam laga pekan ke-23 Liga Spanyol, di Stadion Benito Villamarin, Seville, Spanyol, Minggu (9/2/2020). Barcelona berhasil mengalahkan tuan rumah Real Betis 3-2. ANTARA FOTO/Reuters-Marcelo del Pozo/hp.

Jakarta, (ANTARA) - Wasit Liga Spanyol Jose Maria Sanchez Martinez tidak lagi mendapat tugas untuk pertandingan akhir pekan depan oleh federasi sepak bola Spanyol setelah memimpin pertandingan antara Real Betis dan Barcelona pada Minggu, dimana ia membuat marah kedua tim.

Barcelona menang 3-2 di Benito Villamarin dalam pertandingan menegangkan, tatkala wasit kehilangan kendali dengan mengusir pemain Real Betis Clement Lenglet dan Nabil Fekir tetapi tidak menghukum pemain Barca Sergi Roberto atau memberi Lionel Messi penalti.

Fekir dikeluarkan karena dua kartu kuning dalam waktu beberapa detik, satu karena pelanggaran dan yang lainnya karena perbedaan pendapat. Lenglet mengikutinya, tetapi Betis marah karena pemain Barca Sergi Roberto, yang sudah dikartu kuning, dibebaskan setelah menjatuhkan Carles Alena.

"Bagaimana bisa itu bukan kartu kuning kedua karena pelanggaran Sergi Roberto pada Alena?" tanya pelatih Betis Rubi, seperti dikuitp Reuters.

"Barcelona seharusnya hanya dengan 10 pemain, tidak ada keraguan tentang itu." katanya.

Wakil presiden Real Betis Jose Miguel Lopez Catalan juga mengkritik para wasit setelah pertandingan. "Kami marah dan marah karena sekali lagi wasit telah menyakiti Betis dan itu tidak adil," katanya.

Barcelona juga punya keluhan, ketika Messi dilanggar di kota penalti tapi wasit Sanchez Martinez tidak menunjuk titik putih.

"Sebenarnya kami bisa menang dengan lebih banyak gol, jika kita lihat bahwa Messi seharusnya dapat penalti," kata gelandang Barca Frenkie de Jong. "Jelas, mereka mendorongnya." (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar