Usai reli empat hari, Wall Street anjlok dari rekor tertinggi

id Wall Street,indeks S&P,indeks Dow,indeks Nasdaq,bursa saham

Usai reli empat hari, Wall Street anjlok dari rekor tertinggi

Ilustrasi: Pialang saham sedang bekerja di Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat (Reuters)

New York (ANTARA) - Wall Street jatuh dari rekor tertinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah reli empat hari karena investor mencerna laporan pekerjaan bulanan AS dan bersiap untuk perkembangan Virus Corona berikutnya, tetapi masih membukukan kenaikan kuat untuk minggu ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 277,26 poin atau 0,94 persen, menjadi berakhir di 29.102,51 poin. Indeks S&P 500 berkurang 18,07 poin atau 0,54 persen, menjadi ditutup di 3.327,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 51,64 poin atau 0,54 persen, menjadi 9.520,51 poin.

Sebagian besar sektor S&P 500 jatuh, dengan sektor material dan teknologi yang paling lemah kinerjanya.

Indeks S&P 500 mencatat kenaikan persentase mingguan terbesar dalam delapan bulan dan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan terbesarnya dalam lebih dari setahun.

"Ini hanya kemunduran teknis berdasarkan kenaikan besar yang kami alami minggu ini," kata Kepala Strategi Pasar di Miller Tabak,Matt Maley.

"Sejak Virus Corona menjadi masalah besar, orang telah mundur sedikit pada Jumat (7/2/2020) karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selama akhir pekan," tambah Maley.

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja yang diawasi ketat menunjukkan data penggajian (payroll) non pertanian meningkat 225.000 pekerjaan bulan lalu, sementara para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penambahan 160.000 pekerjaan.

Laporan ini mengikuti data ekonomi AS lainnya yang menggembirakan di awal pekan ini. Memang, risiko utama terhadap ekonomi AS telah surut, Federal Reserve (Fed) mengatakan dalam laporan kebijakan moneter terbarunya kepada Kongres, tetapi The Fed mencatat risiko dari dampak wabah Virus Corona.

Korban tewas di daratan China mencapai 630 ketika epidemi Virus Corona mengguncang ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

"Kami masih belum tahu besarnya kerusakan ekonomi pada akhirnya akibat Virus Corona terhadap ekonomi global dan itu terus direnungkan oleh para pelaku pasar," kata Kepala Strategi PasarNational Securities,Art Hogan.

Musim pelaporan keuangan perusahaan kuartal keempat lebih dari setengahnya telah dilakukan dan laba S&P 500 secara keseluruhan diperkirakan telah naik 2,3 persen pada periode tersebut, menurut data IBES dari Refinitiv.

Dalam berita perusahaan, saham Uber Technologies Inc melonjak 9,5 persen setelah perusahaan transportasi daring itu menyusun rencana ambisius guna mendapatkan keuntungan pada akhir 2020.

Saham Take-Two Interactive Software Inc jatuh 11,9 persen setelah pendapatan yang disesuaikan dari penerbit video game tersebut meleset dari perkiraan.

Sekitar 7,1 miliar saham berpindah tangan di bursa Amerika Serikat, di bawah rata-rata harian sekitar 7,7 miliar selama 20 sesi terakhir.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar