Mati massal ikan di Danau Maninjau menjadi 63 ton

id Mati massal ikan danau maninjau,Danau maninjau,Berita Agam

Mati massal ikan di Danau Maninjau menjadi 63 ton

Bangkai ikan mengapung di Danau Maninjau, Kecamatan Tajungraya, Kabupaten Agam, Rabu (5/2). (ANTARA/HO)

Lubukbasung (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan ikan yang mati di Danau Maninjaubertambah menjadi 63 ton akibat angin kencang melanda daerah itu.

"Kematian ikan ini berkemungkinan akan bertambah, karena pada Rabu (5/2) ikan mati hanya 1,5 ton," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Kamis.

Ia mengatakan, 63 ton ikan ini mati berada di Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjungraya.

Ikan itu berasal dari puluhan keramba jaring apung milik 11 petani yakni, Taila dengan kematian 10 ton, Bomenda satu ton, Tanjung 15 ton, Sidri enam ton.

Selain itu Ade Zedon satu ton, Mansur 10 ton, Sidok satu ton, Siawai empat ton, Romi dua ton, Toni 10 ton, Dt Ada dua ton dan Majilis satu ton.

"Empat petani mengalami kematian ikan diatas 10 ton," katanya.

Ia menambahkan, ribuan bangkai ikan itu mengapung ke permukaan danau dengan kondisi sudah memutih.

Petani sengaja membuang bangkai itu ke dalam danau, setelah terjadi kematian ikan di keramba jaring apung.

"Kita sudah mengimbau petani agar tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau. Saat ini pemerintah kecamatan sedang mencari lokasi penguburan bangkai ikan," katanya.

Ia mengakui, ikan tersebut mati akibat angin kencang melanda daerah itu semenjak Minggu (2/2), sehingga oksigen berkurang di dasar perairan danau vulkanik itu, karena naiknya sedimen di dasar.

Dengan kondisi itu, ikan mengalami pusing dan keluar ke permukaan danau untuk mencari oksigen.

"Beberapa jam setelah pusing, ikan mati dan mengapung. Kematian ikan itu mulai terjadi pada Rabu (5/2)," katanya.

Sebelumnya, kematian ikan juga terjadi di Galapuang, Nagari Tanjung Sani sebanyak 10 ton pada Rabu (29/1).

Untuk itu, pihaknya mengimbau petani untuk segera memanen ikan sudah besar dan pindahkan ikan yang sudah disemai ke kolam air tenang agar tidak mengalami kerugian. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar