Realiasasi pembangunan Pasar Pariaman baru mencapai sekitar lima persen

id pasar pariaman,kota pariaman

Realiasasi pembangunan Pasar Pariaman baru mencapai sekitar lima persen

Seorang pengendara melintasi lokasi proyek pembangunan Pasar Pariaman di Kota Pariaman, Sumbar. (Antara Sumbar/Aadiaat M. S.)

Pariaman (ANTARA) - Realisasi pembangunan Pasar Pariaman di Kota Pariaman Sumatera Barat baru mencapai sekitar lima persen atau 17 tiang dari 400 tiang yang direncanakan.

"Rencananya pasar ini dapat difungsikan pada Oktober 2020," kata Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Selasa.

Dengan selesainya pasar tersebut, lanjutnya maka dapat meningkatkan pendapatan pedagang karena pasar itu akan banyak dikunjungi baik warga maupun wisatawan sebab lokasinya berdekatan dengan objek wisata.

Hal tersebut karena pasar itu tidak saja dirancang ramah gempa namun juga mendukung aspek keindahan serta ramah lingkungan.

Pihaknya menyampaikan peletakan batu pertama pasar tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto pada peringatan Hari Nusantara Nasional di Kota Pariaman 14 Desember 2019.

Ia mengatakan pihaknya akan meminta pejabat tinggi negara untuk meresmikan pasar tersebut guna menyampaikan permohonan bantuan lainnya untuk di Pariaman.

"Nanti kami minta bantuan turunannya dari pembangunan pasar ini," katanya.

Sebelumnya peletakan batu pertama pembangunan Pasar Pariaman di Kota Pariaman dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Nusantara yang diselenggarakan di daerah itu pada 14 Desember 2019.

"Kontraktornya telah diumumkan oleh Kementerian Pekerjaan Umumdan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu PT Wijaya Karya (Persero)," kata Wali Kota Pariaman usai melaksanakan rapat persiapan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Pariaman di Pariaman.

Ia mengatakan untuk menyukseskan peletakan batu pertama bangunan yang memiliki konsep ramah lingkungan tersebut, pihaknya melaksanakan rapat dengan sejumlah pihak di Pariaman, termasuk pedagang, tokoh masyarakat, dan pemuda.

Dana pembangunan pasar tersebut lebih dari Rp100 miliar dan dapat difungsikan sebagai selter tsunami.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar