Bupati serahkan bantuan keluarga nelayan tenggelam di Pesisir Selatan

id nelayan tenggelam, padang, sumbar, pesisir

Bupati serahkan bantuan keluarga nelayan tenggelam di Pesisir Selatan

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyerahkan bantuan ke ahli waris nelayan yang meninggal dunia akibat tenggelam di Muara Surantih, di rumahnya di Nagari Lansano Taratak, Kecamatan Sutera. (Istimewa)

Painan (ANTARA) - Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Hendrajoni menyerahkan bantuan ke Erlinda (49) istri dari almarhum Regok (45) nelayan yang meninggal dunia akibat tenggelam di Muara Surantih, Kecamatan Sutera pada Rabu (29/1).

"Saya atas nama pribadi dan kepala daerah ikut berduka dengan kejadian ini, semoga keluarga tabah dan sabar," kata Hendrajoni disela kegiatan itu di kediaman Erlinda di Nagari Lansano Taratak, Kecamatan Sutera, Minggu.

Bantuan yang diserahkan bupati berupa beras sebanyak 50 kilogram, berbagai makanan siap saji dan uang tunai Rp3 juta.

Pada kesempatan itu, Bupati Hendrajoni juga menambahkan uang tunai Rp2 juta yang berasal dari kantong pribadinya.

Almarhum Regok meninggalkan satu istri dan tiga orang anaknya, dua diantara anaknya masih menempuh pendidikan satu tingkat SMP dan satunya lagi di Universitas Andalas.

Almarhum merupakan juru mudi dari boat yang dihantam gelombang di Muara Surantih, sementara sembilan nelayan lainnya yang menumpangi boat yang dikemudikannya selamat, meski ada beberapa yang mesti dirawat di Puskesmas Surantih.

Jasad almarhum ditemukan pada Kamis malam (30/1) jam 22.25 WIB sekitar satu mil dari lokasinya tenggelam ke arah barat daya, pencariannya melibatkan nelayan setempat, polisi, TNI dan tim SAR.

Sementara itu, Safri Wendra (40) alias Wen Kacak yang menyelamatkan Regok dan kawan-kawan, menyebut, ia dan temannya Imen (35) mengitari lokasi perairan tempat boat tenggelam hampir dua jam, namun Regok juga tak kunjung ditemukan.

Sementara empat nelayan lain yang menumpangi boat yang dikemudikan Regok berhasil diselamatkan dan lima lainnya terlihat sudah di daratan dengan cara berenang.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar