BP Jamsostek genjot kinerja dan pelayanan pada 2020

id BP Jamsostek, bpjs ketenagakerjaan, santunan pekerja

BP Jamsostek genjot kinerja dan pelayanan pada 2020

BP Jamsostek (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) terus menggenjot kinerja seperti kepesertaan, pelayanan, dan pengelolaan dana pada 2020 layaknya hasil capaian pada 2019.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dengan memenuhi berbagai indikator yang harus diraih," kata Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto dalam keterangan pers yang diterima di Padang, Jumat.

Ia mengatakan banyak target yang ingin diraih pihaknya pada 2020, seperti kepesertaan dengan menambah 23,2 juta peserta baru.

Sementara target penerimaan iuran sebesar Rp87,1 triliun dengan dana kelolaan pada akhir tahun 2020 diharapkan mencapai Rp543,6 triliun.

Total 55,2 juta pekerja atau mencakup 60,7 persen dari seluruh pekerja Indonesia yang eligible sebagai peserta, telah terdaftar sebagai peserta BP JAMSOSTEK hingga akhir Desember 2019.

Hasil ini merupakan pencapaian yang positif untuk mengakhiri tahun 2019, yaitu tumbuh 9,1% dari tahun 2018.

Agus menegaskan pihaknya terus berupaya memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh pekerja, sosialisasi, dan edukasi ke masyarakat pekerja agar program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan BPJAMSOSTEK bisa dirasakan seluruh pekerja di Indonesia.

“Hasil ini bukan semata kerja keras insan BPJAMSOSTEK, tapi atas kerjasama yang baik dengan semua pihak. Baik pemerintah, pemberi kerja, serta pekerja lainnya," katanya.

Ia menceritakan walaupun dinamika kepesertaan cukup tinggi, sepanjang tahun 2019 BPJAMSOSTEK berhasil mengakuisisi 23,6 juta peserta.

BPJAMSOSTEK juga akan mendorong kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), melalui inisiatif PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia), sebuah inovasi perluasan kepesertaan dengan skema keagenan.

Fokus lainnya adalah kinerja pengelolaan dana dari sisi penerimaan iuran, dimana pada 2019 dibukukan penambahan iuran sebesar Rp73,1 triliun.

Agus juga memastikan dana pekerja terjamin keamanannya dan dikelola dengan baik, karena BPJAMSOSTEK hanya menempatkan dana investasi sesuai regulasi, dan menekankan kehati-hatian untuk mendapatkan return yang optimal.

Untuk kinerja pelayanan pada 2019 BPJAMSOSTEK meningkatkan pembayaran klaim atau jaminan dengan angka 21,2 persen atau mencapai Rp29,2 triliun.

Dengan perincian klaim untuk Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp26,6 triliun, untuk 2,2 juta kasus, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 31,3 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp858,4 miliar.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 182,8 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp1,56 triliun, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 39,7 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp118,33 miliar.

Untuk peningkatan manfaat, terhitung sejak ditandatanganinya Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2019 oleh Presiden RI Joko Widodo, manfaat BPJAMSOSTEK yang diberikan ke peserta mengalami peningkatan manfaat yang cukup signifikan.

Peningkatan yang cukup signifikan ini terdapat pada manfaat program JKKdan JKMantara lain seperti pada manfaat beasiswa bagi anak pekerja yang meninggal dunia.

"Untuk beasiswa meninggal dunia baik karena kecelakaan kerja maupun kondisi umum peningkatannya mencapai 1.350%," ungkap Agus.

Selain itu, santunan kematian juga ditingkatkan dari sebelumnya Rp24 juta menjadi Rp42 juta untuk kasus meninggal dunia karena sebab apapun.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar