Berawal dikonsumsi sendiri, penjualan susu kedelai Erma mulai beromset Rp10 juta sebulan

id susu kedelai,manfaat susu kedelai,cara membuat susu kedelai,berita solok

Berawal dikonsumsi sendiri, penjualan susu kedelai Erma mulai beromset Rp10 juta sebulan

Erma saat memperlihatkan produk yang dijualnya. (ANTARA/ Tri Asmaini)

SolokĀ  (ANTARA) - Minuman berenergi berupa susu kedelai produksi CV. Emas Kurnia Jaya, Kelurahan Simpang Rumbio, Kota Solok, Sumatera Barat mulai diminati masyarakat setempat hingga omzetnya mencapai Rp10 juta per bulan.

"Awalnya, susu kedelai ini untuk konsumsi pribadi saja. Saya mempelajarinya dari salah satu produsen susu kedelai yang datang ke sekolah tempat saya mengajar di SMKN 2 Kota Solok pada tahun 2000," kata Pemilik usaha minuman kedelai, Ermayusni (61) di Solok, Selasa.

Sepulang dari sekolah, ia membuat susu kedelai dengan bahan sekitar satu kilogram kedelai, ditambah vitamin, protein, mineral, serat, serat leciti, dan mencampurkan semuanya sembari disangrai (dirandang) di rumah, dan selanjutnya dijemur dalam waktu minimal tiga hari.

Menurutnya, ketertarikan mengonsumsi susu kedelai, karena ada banyak khasiat susu kedelai mulai dari penyembuh kanker, rematik, untuk penghilang lelah, kekurangan stamina, dan lainnya.

"Terlebih saya pada saat itu mengalami kanker rahim, bahkan sempat menjalani pengobatan hingga operasi, dan mencoba konsumsi susu kedelai. Dalam waktu yang singkat saya bisa beraktivitas kembali," ujarnya.

Ketika ada yang tertarik dengan susu kedelainya, Erma mencoba produksi susu kedelai dalam jumlah kecil yaitu memproduksi 10 kg kedelai, dengan isi masing- masing sachet 200 gram seharga Rp8000. Awal penjualan, penghasilan pertama mencapai Rp50.000.

Seiring berjalannya waktu, mulai banyak berdatangan pemesanan susu kedelai dari teman dari berbagai daerah, seperti Pasaman, Bukittinggi, Payakumbuh, Padang, dan Alahan Panjang.

Produk minuman berenergi terus berkembang. Pada 2015 Erma membuat turunan selain susu kedelai juga membuat minyak Sari Talang seharga Rp15 ribu dengan ukuran 60 ml. Kemudian Bedak Herbal seharga Rp10 ribu dengan isi 50 gram.

Lalu bubuk Jahe seharga Rp18 ribu dengan berat 50 gram, teh Daskul seharga Rp17 ribu berisi 17 sachet, Teh Kunja Rp17 ribu, susu Kedelai Rp20 ribu, dan lainnya.

Memasuki tahun 2015, terdapat peningkatan penjualan dari minyak dan bedak sekitar 500 botol selama 2 bulan. Produk turunan MBE susu kedelai mulai memiliki rasa yang bermacam-macam mulai dari rasa coklat, susu kacang hijau dan jahe.

Pemasaran telah mencapai beberapa Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat seperti Pasaman, Bukittinggi, Payakumbuah, Padang, Alahan Panjang, Sawahlunto, dan bahkan memasuki wilayah Luar Sumbar.

"Pengiriman produk MBE biasanya dilakukan 1×2 bulan, tetapi disesuaikan juga dengan persediaan di masing- masing daerahnya," ujarnya.

Penjualan setiap harinya terus mengalami peningkatan, jika dihitung omzet mencapai Rp10 juta per bulannya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar