Ciptakan petani milenial, Padang Pariaman giatkan program pertanian masuk sekolah

id Yurisman ,padang pariaman,berita padang pariaman,program pertanian masuk sekolah

Ciptakan petani milenial, Padang Pariaman giatkan program pertanian masuk sekolah

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Yurisman (kanan) menyerahkan alat bajak kepada pihak sekolah SMA 1 Batang Anai. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S)

Parit Malintang, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menggiatkan program pertanian masuk sekolah guna menciptakan petani milenialyang menguasai teknologi.

"Program ini kami fokuskan untuk SMP dan SMA di Padang Pariaman, dan baru berjalan di SMA 1 Batang Anai," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Yurisman di Parit Malintang, Jumat.

Ia mengatakan program ini menekankan edukasi pertanian dan memperkenalkan siswa dengan berbagai alat mesin pertanian.

Siswa diperkenalkan bagaimana cara petani mengerjakan lahan pertaniannya, mulai dari membajak hingga panen.

"Program ini sebagai ajang menyampaikan kepada siswa bahwa bertani itu mudah dan bergengsi," katanya.

Program ini bertujuan agar generasi muda mau menjadi petani yang menguasai teknologi terbarukan.

Saat ini telah banyak petani milenial yang menjual hasil pertanian melalui dalam jaringan atau online sehingga peluang maju melalui hasil pertanian sudah lebih besar.

Kemudian perlu ada regenerasi petani di Padang Pariaman yang saat ini jumlahnya sekitar 36 ribu yang berasal dari 1.200 kelompok tani.

Untuk SMA 1 Batang Anai, lanjutnya siswa beserta pihak sekolah telah memiliki sejumlah kebun bahkan memiliki akuaponik dan hidroponik.

SMA 1 Batang Anai merupakan satu dari dua sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan program Pertanian Masuk Sekolah di Sumbar dari Kementerian Pertanian yang beberapa waktu lalu mendapatkan bantuan sejumlah alat pertanian.

Adapun alat pertanian tersebut yakni bantuan satu pengolahan atau alat bajak, dua alat semprot elektrik, dan pompa air. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar