Porprov Sumbar 2020, Payakumbuh bertumpu pada angkat berat dan bela diri

id porprov sumbar,KONI Payakumbuh,Berita Payakumbuh

Porprov Sumbar 2020, Payakumbuh bertumpu pada angkat berat dan bela diri

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Payakumbuh Yusra Maiza. (ANTARA/Akmal Saputra)

​​​​​​​Payakumbuh (ANTARA) - Cabang olahraga angkat berat dan bela diri masih akan menjadi andalan dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, untuk meraih emas pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2020 ini.

"Jadi cabang olahraga-cabang olahraga itu dari dulu sampai saat ini masih diandalkan. Di cabang olahraga itu kita bisa menargetkan emas," kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Payakumbuh, Yusra Maiza di Payakumbuh, Rabu.

Selain cabang olahraga tersebut, sambung Yusra, pada gelaran Porprov 2020 ini cabang olahraga Paralayang juga diharapkan menjadi penyumbang medali emas untuk Kota Rendang.

"Tentu cabang olahraga lain tidak kita kesampingkan, semua cabang olahraga berpotensi. Namun untuk yang ditargetkan itu di cabang olahraga bela diri, angkat berat dan Paralayang," sebutnya.

Target di Porprov 2020 ini, kata Yusra, sama dengan gelaran pada 2018, yakni tetap berada di 10 besar klasemen akhir raihan medali.

"Artinya kita masih bertahan di 10 besar itu sudah bagus. Gelaran sebelumnya kita di posisi delapan, kalau bisa naik dari itu atau sama saya rasa sudah cukup," sebutnya.

Gelaran sebelumnya Payakumbuh berhasil meraih peringkat 8 dengan perolehan 34 medali emas, 57 perak dan 55 perunggu dengan total 146 medali.

Agar dapat mencapai atau bahkan melebihi target itu, Yusra meminta seluruh pengurus cabor dapat menggelar latihan lebih intens dan pengurus cabor diharapkan dapat menggejot atlet tanpa harus melibatkan atlet dalam permasalahan yang tidak tanggung jawab atlet.

"Atlet kita fokuskan saja kepada latihan dan persiapan untuk Porprov. Jangan sampai atlet dilibatkan dalam persoalan yang di luar rutinitasnya," ujarnya.

Apalagi, gelaran Porprov di 2020 ini berbeda dari gelaran yang dilaksanakan sebelumnya, yang mana pada gelaran sebelumnya terdapat pelaksanaan pra-Porprov sedangkan di tahun ini tidak dilaksanakan.

"Berarti atlet yang dikirim memang berdasarkan seleksi dan penjaringan di masing-masing cabang olahraga. Jadi saya harapkan cabang olahraga dapat maksimal dan lebih ketat dalam proses seleksi," sebutnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar