Lapas Bukittinggi fasilitasi warga binaan curhat tentang agama

id Lapas Bukittinggi,warga binaan,pembinaan keagamaan napi

Lapas Bukittinggi fasilitasi warga binaan curhat tentang agama

Kepala Lapas Kelas II A Bukittinggi Marten (ANTARA/ Ira Febrianti)

Bukittinggi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bukittinggi, Sumatera Barat memberikan pembinaan keagamaan bagi warga binaan sebanyak tiga kali sepekan untuk mendorong mereka menjadi pribadi lebih baik.

"Tiga kali dalam sepekan kami beri konseling keagamaan bersama Kemenag dan Himpunan Da'i Bukittinggi. Serta setiap Sabtu dengan jamaah tablig yang datang ke Lapas," kata Kepala Lapas Kelas II A Bukittinggi Marten di Bukittinggi, Selasa.

Ia menerangkan pembinaan keagamaan termasuk salah satu program pembinaan yang mesti diikuti oleh warga binaan. Untuk yang beragama Islam pihak Lapas memberlakukan presensi bagi yang menunaikan shalat di mushala Lapas.

"Terkesan memaksakan, namun memang harus begitu. Agar perlahan menyadari kewajibannya dalam beragama lalu mendorong mereka pada kebaikan sehingga tidak mengulang lagi kesalahan yang menyebabkannya masuk Lapas," terangnya.

Kepatuhan dalam menunaikan kewajiban agama, ujarnya juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengajuan pemberian remisi bagi warga binaan.

Lapas Bukittinggi dihuni oleh 627 warga binaan terdiri dari 616 laki-laki dan 11 orang perempuan. Hampir 75 persen dari jumlah itu tersandung kasus penyalahgunaan narkoba.

Dalam pembinaan di Lapas, ia mengatakan banyak yang menunjukkan perubahan ke arah pribadi yang lebih baik namun ada juga yang tetap belum berubah.

Menurutnya perubahan sikap seorang warga binaan tidak hanya bermula dari dirinya sendiri namun penerimaan masyarakat terhadapnya ikut memberi pengaruh.

"Perlu kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap mereka yang baru bebas. Kami di Lapas mulai membiasakan memakai kata warga binaan dibanding sebutan narapidana. Mereka juga punya kesempatan sama untuk bisa jadi lebih baik," ujarnya.

Selain bidang keagamaan, Lapas Bukittinggi saat ini tengah memberikan program pelatihan kemandirian keterampilan kerja ditergetkan untuk 280 orang dan disertai sertifikat agar warga binaan memiliki nilai tambah untuk ikut bersaing di dunia kerja usai menjalani masa tahanan.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar