Napi Lapas Bukittinggi dibekali keterampilan agar tak kembali ke Lapas

id Lapas Bukittinggi,lembaga pelatihan kerja,napi lapas bukittinggi,berita bukittinggi

Napi Lapas Bukittinggi dibekali keterampilan agar tak kembali ke Lapas

Warga binaan Lapas Bukittinggi belajar membuat kaligrafi di aula lapas setempat, Senin (20/1). (ANTARA/ Ira febrianti)

Bukittinggi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bukittinggi, Sumatera Barat pada 2020 menargetkan 280 warga binaannya memiliki keahlian khusus dan tersertifikasi sehingga bisa dimanfaatkan selepas menjalani masa hukuman.

"Meski berada di dalam Lapas, warga binaan juga dilatih untuk menambah kemampuannya agar bisa dimanfaatkan setelah bebas," kata Kepala Lapas Kelas II A Bukittinggi Marten di Bukittinggi, Senin.

Target itu diupayakan tercapai lewat pengadaan program pelatihan kemandirian keterampilan kerja bekerja sama dengan salah satu lembaga pelatihan kerja (LPK).

Sebanyak 14 jenis keterampilan disediakan untuk warga binaan. Setiap jenis keterampilan diberikan pada 20 orang selama 14 hari di aula Lapas Bukittinggi.

Keterampilan yang disediakan yaitu kaligrafi mozaik, pangkas rambut, tata boga, sabun untuk jasa pencucian, ukiran profil, paving block, pengelasan, tukang bangunan, pertukangan kayu, sablon, seni kaligrafi, sandal hotel, pertanian hidroponik dan menjahit.

Pelatihan telah dimulai sejak awal Januari 2020 dan akan berlangsung sampai Oktober 2020. Dalam satu hari, ada dua macam keterampilan yang dilaksanakan.

"Warga binaan yang mau ikut kami seleksi dulu. Mereka mesti yang betul-betul serius hadir di kelas sejak awal sampai akhir," katanya.

Keterampilan dilengkapi dengan sertifikat diharapkan memberikan kemudahan bagi warga binaan ketika ingin mencari pekerjaan baru selepas menjalani masa tahanan.

Menurut salah satu warga binaan yang mengikuti kelas membuat kaligrafi yang enggan menyebutkan nanya mengatakan baginya aktivitas itu selain memberinya kemampuan baru juga membantunya melepas rasa jenuh.

"Membuat kaligrafi dengan bahan biji-bijian belajar dari nol di sini. Jika dilakukan terus-menerus, untuk kaligrafi lafal Allah bisa selesai sekitar dua sampai tiga hari," katanya.

Harapannya, keterampilan itu bisa memberinya peluang baru setelah bebas sebagai pekerja atau membuka usaha sendiri.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar