BPBD Padang lanjutkan program sekolah cerdas hadapi bencana pada 2020

id Berita Padang,BPBD Padang,cerdas bencana 2020,berita sumbar,padang terkini

BPBD Padang lanjutkan program sekolah cerdas hadapi bencana pada 2020

Sekretaris BPBD Kota Padang Hendra Mardhi. (Antara/Laila Syafarud)

Padang, (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melanjutkan program sekolah cerdas dalam menghadapi bencana alam pada 2020.

Sekretaris BPBD Padang Hendra Mardhi di Padang, Senin mengatakan dari 480 sekolah di Padang yang berada di zona merah, sekitar 150 sekolah sudah diedukasi mengenai kebencanaan.

"Tinggal 330 sekolah lagi yang akan dilanjutkan di tahun ini," kata dia.

Ia berharap ke depannya semua sekolah tersebut segera teredukasi. Sekurang-kurangnya ditargetkan 100 sekolah per tahun mulai dari SD sampai SMA.

"Biasanya kita masuk ke sekolah pada Sabtu saat kegiatan ekstrakurikuler. Kemudian mulai dijelaskan ke siswa tentang tindakan yang harus dilakukan saat bencana, menghindari bencana dan juga diadakan simulasi bencana," kata dia menjelaskan.

Menurutnya anak sekolah termasuk yang rentan menjadi korban bencana. Karena kebanyakan dari mereka belum paham apa yang dilakukan saat terjadi bencana. Sehingga perlu diadakan sekolah cerdas bencana.

Tidak hanya ke sekolah, program cerdas bencana juga dilakukan ke beberapa tempat umum yang rawan bencana seperti hotel, pasar, kampus, masjid dan beberapa tempat lainnya.

Sebetulnya program Padang cerdas bencana sudah dimulai sejak 2017. Dengan cara mendatangi rumah warga dari pintu ke pintu seperti sensus penduduk selama 10 menit, kata dia.

"Ditargetkan ke depannya 1 juta warga Padang sudah cerdas menghadapi bencana," kata dia.

Tidak hanya itu tim BPBD Padang juga sudah membuat sekitar 20 titikTsunami Safe Zonedi Kota Padang.

Dia berharap dengan adanya petunjuk tersebut, masyarakat bisa mengetahui daerah mana saja yang aman dari bencana tsunami.

Lebih lanjut ia mengatakan Sumatera Barat termasuk daerah yang rawan bencana. Begitu juga di Padang 50 persen berada di daerah pesisir di zona merah. Diperkirakan akan banyak menimbulkan korban melalui bencana tsunami.

"Dua hal yang mesti dilakukan saat terjadi gempa yang berpotensi tsunami yakni mencari bangunan yang tinggi dan menjauhi bibir pantai dua sampai 3 kilometer dari bibir Pantai," kata dia. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar