Pentingnya event branding kalau bisa berbeda kenapa harus sama

id event branding

Pentingnya event branding  kalau bisa berbeda kenapa harus sama

ilustrasi branding (shutterstock)

Padang (ANTARA) - Event merupakan kegiatan yang diadakan oleh sekelompok orang dengan tujuan memberikan pengetahuan atau pengalaman tertentu kepada orang yang menghadiri kegiatan tersebut.

Any Noor dalam bukunya Management Event, menulis event merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingati hal-hal penting sepanjang hidup manusia, baik secara individu maupun kelompok yang terikat secara adat, budaya, tradisi, dan agama yang diselenggarakan dengan tujuan serta melibatkan lingkungan masyarakat pada waktu yang telah ditentukan.

Menurut Noor pula, pengadaan event tidak hanya untuk mendatangkan pengunjung saja, akan tetapi pengunjung juga harus tau manfaat apa yang akan mereka dapatkan ketika menghadiri suatu event.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwasanya penyelenggaraan event akan berarti ketika ada pengunjung yang datang untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Untuk dapat menarik banyak orang yang hadir dalam suatu event butuh identitas. Oleh karena itu pelaksanaan event dipromosikan dan perlahan masuk ke tengah masyarakat agar event tersebut dapat dikenal dan diingat oleh masyarakat.

Pelaksanaan event memang sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat. Mulai dari tingkat sekolah, kampus, kota, hingga internasional silih berganti diadakan. Akan tetapi, tidak sedikit pelaksanaan event hanya memanfaatkan dana saja, tanpa memerhatikan hal-hal penting yang bisa membuat suatu event lebih dikenal oleh banyak orang.

Dengan memanfaatkan dana yang tersedia, pelaksana event melakukan promosi besar-besaran dengan biaya yang besar, akan tetapi tim pelaksana event melupakan hal penting. Apa identitas event ini? Apa ciri khas yang dimiliki oleh event ini yang membuatnya berbeda dengan yang lain? Apa yang membuat event ini akan berumur panjang?

Satu konser menampilkan penyanyi terkenal, konser lainnya mencari uang untuk dapat melakukan hal yang sama. Satu festival menggelar bazar, festival lainnya berburu vendor untuk membuka bazar lebih besar. Satu seminar mengundang presiden, seminar lainnya membujuk menteri kesayangan agar banyak dihadiri peserta. Lalu apa perbedaan antara satu konser dengan konser lainnya, satu festival dengan festival lainnya?.

Hal yang dapat membedakan satu event dengan event lainnya tidak perlu dalam berbagai aspek. Cukup satu, namun dapat membuat orang mengingatdengan mudah. Hal itulah yang akan menjadi identitas dari event tersebut.

Salah satu kegiatan untuk memberikan identitas pada suatu hal, baik itu perusahaan, lembaga pemerintahan, organisasi, produk, event, bahkan diri sendiri sekalipun dinamakan dengan branding.

Akan tetapi, masih banyak yang berpendapat bahwasanya yang melakukan kegiatan branding hanya perusahaan. Padahal tidak hanya perusahaan saja, segala sesuatu yang butuh untuk dikenal orang lain, harus memiliki identitas agar mudah untuk dikenal dan diingat.

Terdapat banyak jenis branding berdasarkan brand apa yang dibangun, seperti personal branding (membangun identitas diri sendiri), corporate branding (membangun identitas perusahaan), product branding (membangun identitas produk), city branding (membangun identitas kota), dan masih banyak lagi.

Sebagai salah satu yang perlu dikenal dan diingat oleh banyak orang, tentu event juga harus melakukan branding. Proses membangun identitas dari suatu event dapat disebut dengan event branding yang bertujuan agar masyarakat mengetahui keberadaan event tersebut.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh para pelaksana agar event yang mereka adakan dapat dikenal dan menggaet lebih banyak orang untuk ikut terlibat. Namun, sampai hari ini, tidak sedikit yang meremehkan event branding karena dianggap sebagai hal yang tidak dibutuhkan.

Salah satu event yang menerapkan event branding adalah Festival Foto Dokumenter yang diadakan pada Maret 2019 di Padang, Sumatera Barat.

Festival ini diinisiasi oleh berbagai latar belakang untuk menciptakan satu ekosistem festival di kota Padang khususnya bahwa festival ini adalah milik semua lapisan masyarakat. Pelaksana event ini menerapkan event branding untuk menarik minat banyak orang terhadap event tersebut.

Dengan menerapkan event branding, festival ini berhasil mengajak seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya dari kota Padang, tapi juga dari daerah lain untuk ikut menyukseskan pelaksanaan event ini.

Lalu, apa yang telah dilakukan oleh para pelaksana yang berada di belakang layar festival ini? Panitia membuat logo yang mampu merepresentasikan festival ini dengan baik. Memanfaatkan media sosial untuk membangun identitas awal dari festival ini. Silih berganti postingan perlahan menunjukkan jati diri dari festival ini dan mengklaim perbedaannya dari festival foto terdahulu.

Pelaksana juga mengadakan rangkaian acara pra-event di kota-kota sekitar untuk berbagi ilmu sekaligus memperkenalkan festival ini kepada masyarakat. Identitas m sebagai festival foto dokumenter dibangun bersama melalui media sosial dan orang-orang yang terlibat di dalam acara tersebut, yang tidak lain dan tidak bukan adalah seluruh orang yang telah mengetahui adanya event ini. Lalu, apa dampak dari yang telah mereka lakukan? Event ini dinantikan kehadirannya oleh banyak orang.

Secara praktiknya, banyak hal lain yang dapat dilakukan dalam melakukan event branding. Karena hal tersebut tergantung dengan kebutuhan event itu sendiri. Hal-hal yang dilakukan oleh event yang satu, belum tentu dapat dipraktekkan oleh event yang lain. Karena fokus dari event branding adalah menonjolkan dan memanfaatkan keunikan yang menjadi identitas dari event itu sendiri.

Beberapa cara umum yang dapat dilakukan untuk membangun brand dari suatu event di antaranya :

1.Memanfaatkan media sosial

Dalam pengelolaan media sosial ini, pelaksana event harus memilih nama yang tidak terlalu panjang yang dapat dengan mudah disebutkan dan diingat oleh orang lain.

Lalu pada biodata akun, baru dimasukkan hal-hal umum mengenai event tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah layout untuk seluruh konten yang diupload ke media sosial tersebut. Hal ini karena akan membuat orang perlahan mengingat event dari ciri khas yang diberikan melalui setiap konten.

2. Event hendaknya memiliki logo sebagai identitas utama yang tidak akan diganti selain pergantian pada tahun pengadaan event

Dengan adanya bentuk, warna, dan jenis font yang digunakan pada logo tersebut dapat membantu dalam mempersiapkan konten yang akan diupluoad di media sosial event dan menjadi ciri khas yang melekat pada event.

3. Menjalin kerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat untuk mengenalkan event yang diadakan

Kerja sama yang dijalin diutamakan yang bisa memberikan pesan secara visual kepada orang, seperti kerja sama untuk pemasangan standing banner dengan café, distro, toko-toko, dan tempat-tempat yang ramai dikunjungi oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan, sesuatu yang tampak akan lebih mudah diingat.

4. Menonjolkan hal yang berbeda

Hal penting dalam pengadaan event agar semakin mudah untuk diingat adalah seberapa berbedanya event yang satu dengan yang lain. Apabila mengadakan konser, jangan hanya terfokus pada penyanyi yang akan tampil saja, karena semua konser akan menampilkan penyanyi. Bisa saja perbedaan itu bisa diambil dari lokasi yang dipilih, genre lagu yang akan dinyanyikan, salah satu rangkaian kegiatan yang akan ditampilkan, ciri khas dari bentuk atau tata letak panggung, apabila mengadakan bazar mungkin pemilihan tenant yang berbeda juga, dan masih banyak lagi. Hal-hal yang sederhana pun dapat dijadikan pembeda untuk setiap event yang diadakan.

Hal yang disebutkan di atas hanya sedikit dari sekian banyak hal yang dapat dilaksanakan untuk membangun brand suatu event. Dengan memanfaatkan event branding, tim pelaksana event dapat menghemat biaya promosi yang sering membengkak. Bahkan untuk event yang rutin diadakan setiap berapa waktu, dapat menurunkan biaya promosi sedikit demi sedikit. Tidak hanya itu, event branding juga dapat meningkatkan jumlah pengunjung event tersebut dan menanti-nanti penyelenggaraan selanjutnya.

Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi UnandPadang

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar