Ratusan lampion hiasi Klenteng See Hin Kiong sambut Imlek di Padang

id Berita Padang

Ratusan lampion hiasi Klenteng See Hin Kiong sambut Imlek di Padang

Sejumlah masyarakat manfaatkan momen tahun baru Imlek untuk berfoto di depan Kelenteng (Antara/Laila Syafarud)

Padang (ANTARA) - Ratusan lampion mulai menghiasi Kelenteng See Hin Kiong dalam rangka menyambut tahun baru Imlek ke-2570 pada 25 Januari 2020 di Gang Hok Tek Jalan Kelenteng, Kampung Cina, Kelurahan Kampung Pondok, Padang, Sumatera Barat.

Seksi Budaya Humas Kelenteng See Hin Kiong Padang Lie Fuk Thong di Padang, Minggu mengatakan lampion sudah mulai dipasang dan dinyalakan selama satu bulan yakni dimulai sejak 9 Januari sampai 8 Februari 2020.

"Lampion ini bertujuan untuk penerangan dan merupakan salah satu bentuk semangat umat dalam menyambut tahun baru Imlek," kata dia.

Pengunjung mulai ramai ke Kelenteng sejak 10 Januari 2019. Biasanya yang lebih ramai saat malam dari 19.00-21.00 WIB untuk memanfaatkan momen keindahan lampu lampion dan berfoto.

Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Kota Padang saja, namun juga dari luar kota.

Kemudian tidak hanya orang Tionghoa, bahkan orang muslim juga datang berkunjung sekadar berfoto di depan Kelenteng, kata dia.

Selain pemasangan lampion, sebelumnya juga diadakan pasar malam Sincia yaitu pasar malam sembako murah yang diadakan dari beberapa perkumpulan marga komunitas Tionghoa di Padang.

"Hari ke-15 setelah perayaan Imlek akan diadakan Cap go meh yang merupakan agenda tahunan komunitas Tionghoa di Padang dan biasanya dirayakan dengan bermacam-macam pawai termasuk barongsai," kata dia menjelaskan.

Lebih lanjut ia mengatakan tahun ini merupakan tahun tikus logam yang berarti tahun keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa.

Karena tikus merupakan binatang yang lincah dan mudah mendapatkan rezeki. Tahun ini diajarkan supaya lebih gigih dalam berusaha agar mudah mendapatkan rezeki.

"Kalau tahun sebelumnya dinamakan tahun babi berarti kurang beruntung. Karena babi menunjukkan sifat pemalas dan suka tidur. Sehingga banyak pedagang yang mengeluh karena rugi," kata dia.

Ia juga menyebutkan di Tionghoa terdapat 12 penamaan tahun yang diambil dari nama-nama binatang diantaranya tahun babi, tikus logam, ayam, naga, harimau, kuda, dan lain sebagainya.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar