Batang Tiku meluap hantam rumah warga

id batang tiku,rumah rusak,bpbd agam

Batang Tiku meluap hantam rumah warga

Kondisi rumah yang amblas dan retak di Durian Kapeh, Nagari Tiku Utara, Kecanatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam. (ANTARA/HO-BPBD Agam)

​​​​​​​Lubukbasung,   (ANTARA) - Dua rumah warga di Durian Kapeh, Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang dibangun di pinggir sungai, rusak akibat meluapnya air sungai Batang Tiku, Jumat sore.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammad Lutfi AR didampingi Anggota Pusdalog BPBD Agam, Lukman di Lubukbasung, Jumat, mengatakan dua rumah yang rusak itu milik Marni (77) dan Nur Sae (65).

Kondisi rumah Marni mengalami retak dengan kondisi berat dan bagian dapur amlas. Sedangkan rumah Nur Sae tanah belakang rumah dalam kondisi amblas.

Korban mengalami kerugia sekitar Rp30 juta dan tidak ada korban jiwa.

"Saat ini korban masih bertahan di rumah mereka," katanya.

Selain menyebabkan rumah warga rumah rusak, tanggul penahan bangunan Masjid Nurul Iman di Jorong Bukik Malintang, Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjungmutiara mengalami rusak akibat luapan air sungai Batang Tiku.

Selain itu, pintu irigasi anak air Kerinci, Bukik Malintang, Nagari Tiku Utara, juga mengalami rusak.

"Anggota sudah berada di lokasi untuk mendata korban dan melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari untuk penanganan selanjutnya," katanya.

Sebelumya pohon tumbang juga terjadi di Simarasok, Kecamatan Baso, menutup badan jalan dan menimpa tiang listrik, Jumat (17/1) dini hari.

Lutfi mengimbau warga yang tinggal di sepanjang sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara mengungsi ke daerah lebih aman saat air sungai besar.

Selain itu warga yang tinggal di perbukitan dan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan tanah longsor dan pohon tumbang.

"Segera mengungsi ke daerah lebih aman agar tidak menjadi korban saat curah hujan tinggi melanda daerah itu," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar