Masyarakat Sumbar dapat nikmati Biodiesel 30 lebih ramah lingkungan

id Pertamina

Masyarakat Sumbar dapat nikmati Biodiesel 30 lebih ramah lingkungan

TBBM Bungus Kota Padang, Sumatera Barat (Istimewa)

Padang, (ANTARA) - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menyatakan masyarakat Sumatera Barat mulai menikmati biodiesel 30 (B30) yang lebih ramah lingkungan sejak 4 Januari 2020.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Marketing Operation Region (MOR) I Robby Hervindo melalui siaran persnya di Padang, Selasa megatakan penggunaan B30 juga berdampak baik pada lingkungan karena dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.

Menurut dia Pemerintah RI dan Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat telah melakukan studi komprehensif emisi gas buang di mesin diesel.

Ia mengatakan kesimpulan dari penelitian itu menunjukkan penurunan emisi gas buang untuk berbagai tingkat campuran biodiesel termasuk B30.

dia mengatakan penerapan B30 mengacu pada Keputusan Menteri ESDM nomor 227 2019 tentang penetapan komposisi FAME dari B20 menjadi B30.

“Setelah uji coba B30 di Sumatera Utara sukses pada Desember 2019 lalu, awal tahun 2020 di Sumatera Barat mulai disalurkan B30 melalui Integrated Terminal Teluk Kabung,” kata dia

Ia menambahkan sebelum disalurkan, Pertamina MOR I melakukan uji kelayakan produk B30 di Laboratorium Quality & Quantity Integrated Terminal Teluk Kabung.

"Hasilnya, B30 dinyatakan memenuhi persyaratan spesifikasi," kata dia.

Ia menjelaskan Integrated Terminal Teluk Kabung mendapat pasokan Fatty Acid Mathyl Ester (FAME) dari PT Ciliandra Perkasa.

Menurut dia hingga saat ini, Integrated Terminal Teluk Kabung telah menyalurkan B30 sebanyak 2.712 kilo liter per hari untuk 136 SPBU di 18 kota dan kabupaten Sumatera Barat, Kota Pekanbaru, serta Kota Dumai.

Selain itu, dirinya mengingatkan bahwa Biosolar B30 tergolong BBM bersubsidi yang peruntukannya hanya bagi usaha mikro, kapal nelayan dan pertanian.

Kemudian bahan bakar ini diperuntukan bagi kendaraan transportasi darat, kecuali mobil barang untuk pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari enam buah

Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur no. 500/1115/Perek-Sarana/2019 tertanggal 27 November 2019.

"SK ini mengatur pendistribusian jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) Solar bersubsidi dan jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP) Premium, mengacu kepada Perpres no. 191 tahun 2014," katanya.
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar