PAD parkir Payakumbuh tak capai target

id Dishub Payakumbuh,PAD Parkir,Payakumbuh

PAD parkir Payakumbuh tak capai target

Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Adrian di kantornya, Jumat (10/1). (ANTARA/Akmal Saputra)

​​​​​​​Payakumbuh (ANTARA) - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat pada 2019 dari perparkiran yang dikelola pemerintah setempat mencapai Rp1,93 miliar atau 91,9 persen dari target yang ditentukan, yakni Rp2,1 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Payakumbuh Adrian di Payakumbuh, Senin, mengatakan PAD tersebut berasal dari 25 titik parkir yang dikelola langsung Pemkot Payakumbuh.

"Target kita itu di 2019, yakni Rp2,1 miliar dari 25 titik tempat parkir yang kita kelola di pusat kota," kata dia.

Sedangkan untuk lokasi parkir lain, tapi tidak dikelola langsung Dishub, yakni terdapat di Pasar Ternak yang dikelola langsung oleh Dinas Pertanian.

"Ada juga di Ngalau, yang dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh, tapi tetap berkoordinasi dengan kita," sebutnya.

Sedangkan untuk target PAD parkir Kota Payakumbuh 2020 kembali meningkat menjadi Rp2,4 miliar. Dalam mencapai target tersebut, Dishub akan memaksimalkan lokasi parkir yang ada dan menambah titik baru untuk mencapai target PAD yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Payakumbuh 2020.

Salah satu lokasi yang sudah ada, kata Adrian, adalah lahan di depan RSUD Adnan WD. Sebab, pihak rumah sakit hanya mengelola parkir yang ada di dalam rumah sakit.

"Di dalam dikelola oleh RS, tapi di depan kita akan ambil alih, karena ini bersangkutan dengan kelancaran lalu lintas dan pihak RS juga menyambut baik rencana itu. Yang paling penting, titik parkir itu tidak mengganggu arus lalu lintas," katanya.

Selanjutnya, Adrian mengimbau kepada warga Kota Payakumbuh ataupun pengunjung dari daerah lain untuk bisa parkir di titik yang sudah disediakan.

"Kita baru dapat surat dari Kapolres, pihak kepolisian sangat respon terkait ketertiban lalu lintas. Salah satunya terkait parkir yang tidak pada titik yang sudah ditentukan," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar