2,75 hektare sawah di Padang Pariaman rusak akibat banjir bandang

id banjir bandang,padang pariaman,sawah rusak

2,75 hektare sawah di Padang Pariaman rusak akibat banjir bandang

Kondisi kerusakan sawah yang terjadi di Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman, Sumbar. (Antara Sumbar/Istimewa)

Parit Malintang (ANTARA) - Sekitar 2,75 hektare sawah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat rusak karena dihantam banjir bandang pada Kamis (9/1) sore.

"Data tersebut masih data sementara, kami masih merekapnya dan kemungkinan masih ada," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman Yusrisman di Parit Malintang, Jumat.

Ia mengatakan untuk kerusakan 2,75 hektare tersebut yaitu di daerah Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

Ia merincikan sawah yang rusak akibat banjir tersebut yaitu sekitar 0,25 hektare sawah sedang panen dan 0,5 hektere sedang berbuah.

Lalu sawah baru ditanam 1,5 hektare serta sawah yang habis tergerus sekitar 0,5 hektare.

Pada banjir tersebut dilaporkan setidaknya sekitar puluhan rumah terdampak banjir namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Tidak saja banjir, sejumlah pohon tumbang di beberapa kecamatan di Padang Pariaman yaitu di antaranya V Koto Timur.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Budi Mulya mengatakan pihaknya masih mendata dampak bencana yang terjadi pada sore kemarin hingga malam.

"Anggota telah terjun ke lapangan untuk mendatanya," katanya.

Sebelumnya Budi Mulya mengatakan sekitar 40 persen warga di daerah itu terancam menjadi korban banjir, abrasi, dan tsunami.

"Sekitar 40 persen warga tinggal di sekitar aliran 11 sungai aktif di Padang Pariaman serta dekat dengan pantai," kata dia di Parit Malintang.

Ia mengatakan belasan sungai tersebut secara bergantian sepanjang tahun meluap karena tingginya curah hujan akibat cuaca ekstrem sehingga berpotensi merendam rumah warga dan merusak infrastruktur.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar