80 ribu warga Pesisir Selatan nikmati pelayanan kesehatan gratis, ini asal dananya

id Vera Kornita,BPJS Kesehatan,Pesisir Selatan terkini,berita Pesisir Selatan ,berita sumbar

80 ribu warga Pesisir Selatan nikmati pelayanan kesehatan gratis, ini asal dananya

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Vera Kornita. (Antara/ist)

Painan, (ANTARA) - Sebanyak 80 ribu warga di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menikmati pelayanan kesehatan gratis melalui kepesertaandi BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung APBD dan APBN.

"Dari 80 ribu warga itu, 52 ribu ditanggung APBN, sisanya 28.099 ditanggung APBD kabupaten dan provinsi dengan komposisi delapan berbanding dua," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Vera Kornita di Painan, Kamis.

Selain itu juga terdapat sekitar 302 jiwa lainnya yang menikmati pelayanan kesehatan gratis karena iuran kepersertaan BPJS Kesehatannyaditanggung melalui dana pokok pikiran anggota DPRD setempat.

"Pada 2019 kepesertaan BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh anggota DPRD jumlahnya mencapai 1.200 jiwa, namun karena berbagai hal tahun ini turun menjadi 302 jiwa," katanya lagi.

Selain itu, tahun ini juga terdapat pengurangan kepesertaan BPJS Kesehatan sebanyak 1.240 jiwa, hal tersebut karena ketidaktersediaan anggaran dari pusat.

"Sebelumnya kepesertaan 1.240 jiwa ini dibayar melalui dana dari hibah pusat dengan skema bagi hasil cukai hasil tembakau (CHT), namun karena tahun ini alokasinya tidak ada maka kepersertaan mereka dicabut," jelasnya.

Kendati demikian, kata dia, bagi masyarakat yang sebelumnya kepesertaan mereka ditanggung baik melalui pokok pikiran anggota dewan maupun dengan hibah CHT tetap berpeluang menikmati kepersertaan BPJS Kesehatan gratis.

Hal tersebut karena mereka terdata di basis data terpadu program perlindungan sosial, sehingga jika ada penambahan kuota kepesertaan BPJS Kesehatan yang ditanggung APBN mereka berpeluang untuk masuk.

"Peluang untuk itu cukup terbuka, rentang 2018-2019 saja terdapat penambahan kuota sebanyak 4 ribu jiwa dan bukan tidak mungkin penambahan di 2020 ini akan lebih besar," ujarnya.

Terkait hal itu ia cukup optimis karena dibanding kabupaten / kota lainnya di Sumatera Barat, kabupaten setempat merupakan salah satu daerah yang memiliki basis data terpadu lebih aktual sehingga peluang penambahan kuota lebih terbuka. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar