Suhu udara di sejumlah wilayah di Sumbar mulai turun jadi 32 derajat celsius

id Berita Padang,berita sumbar,suhu udara sumbar,BMKG

Suhu udara di sejumlah wilayah di Sumbar mulai turun jadi 32 derajat celsius

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha (Antara/Laila Syafarud)

Padang, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan suhu udara di sejumlah wilayah di Sumatera Barat yang sebelumnya sempat mencapai 34 derajat celsiussudah mulai turun menjadi 32 derajat celsius.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha saat dihubungi dari Padang, Kamis,mengatakan meski sudah mengalami penurunan, akan tetapi masih terasa panas.

"Memang masih panas, namun panas yang dirasakan sudah mulai berkurang karenakelembapan udara juga sudah berkurang mencapai 60 persen," kata dia.

Jika dibandingkan beberapa hari sebelumnya kelembapan udara cukup tinggi antara 75 sampai 80 persen di siang hari, kata dia.

BMKG juga memperkirakan untuk tiga hari ke depan sudah mulai turun hujan di beberapa wilayah di Sumbar, yaitu di Pesisir Selatan, Solok Selatan, Padang, dan Pariaman. Dengan intensitas ringan hingga sedang dan relatif lama.

Sedangkan arah angin berasal dari Barat Laut dengan kecepatan yang tidak terlalu signifikan, masih dalam kondisi 04 sampai 24 kilometer per jam.

Kemudian terdapat beberapa daerah yang perlu diwaspadai karena kondisi pemanasan yang intens pada siang hari dan juga terjadi angin kencang, seperti yang terjadi di Belimbing.

"Pemahaman yang selama ini berkembang di tengah masyarakat angin kencang identik dengan kondisi cuaca buruk, namun sebetulnya angin kencang juga bisa terjadi ketika panas terik, kata dia.

Mengingat cuaca yang masih terik, ia mengimbau masyarakat supaya mengurangi aktivitas di luar ruangan. Selain itu, ia menganjurkan agar masyarakat minum air putih yang cukup agar terhindar dari dehidrasi.

Kemudian ia juga menambahkan suhu udara paling tinggi memang terjadi pada bulan ini, biasanya rata-rata tinggi suhu udara hanya mencapai 31 derajat celsius.

"Sebetulnya kondisi ini bisa terjadi pada bulan apa saja. Tahun sebelumnya terjadi pada Juni dengan tingkat 33 derajat celsius. Akan tetapi, pada Januari ini mencapai 34 derajat Celcius," kata dia menerangkan. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar