Wako Pariaman ganti sekretaris daerah

id Genius umar,Penggantian sekda pariaman,Polemik penggantian sekda

Wako Pariaman ganti sekretaris daerah

Wali Kota Pariaman, Sumbar Genius Umar. (ANTARA/Aadiaat MS)

Pariaman (ANTARA) - Wali Kota (Wako) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) Genius Umar mengganti Sekretaris Daerah (Sekda) Indra Sakti karena dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi.

"Sesuai dengan Surat Keputusan dari Wali Kota Pariaman, Sekda dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi," kata Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin usai melantik 132 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pariaman, Rabu malam.

Ia mengatakan untuk sementara pihaknya akan menunjuk salah seorang ASN sebagai pelaksana tugas guna mengisi kekosongan jabatan Sekda dan dalam tiga bulan ke depan pihaknya akan mendapatkan aparatur yang memiliki kompetensi mumpuni guna mengisi jabatan itu.

Ia menyampaikan untuk mengisi kekosongan tersebut pihaknya akan melaporkannya kepada Gubernur Sumbar dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN).

"Kami masih dalam proses mencari yang nantinya dilaporkan kepada Gubernur Sumbar," katanya.

Selain melantik Sekda menjadi Staf Ahli Bidang Perekonomian, pihaknya juga melantik tiga pejabat eselon II lainnya, serta 33 pejabat eselon III, dan 95 pejabat eselon IV.

"Kami berharap 132 ASN tersebut bekerja dengan baik dan berinovasi untuk melayani masyarakat, kinerja mereka akan kami pantau terus sehingga nanti bisa saja nanti akan kami ganti," ujarnya.

Sedangkan masih adanya organisasi perangkat daerah yang belum memiliki pimpinan definitif, kata dia maka pihaknya akan melaksanakan seleksi kembali karena berdasarkan hasil panitia seleksi yang mendaftar di OPD tersebut belum memenuhi syarat.

Ia menyebutkan adapun OPD yang masih dijabat oleh pelaksana tugas yaitu di antaranya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan.

Sementara itu, Indra Sakti mengatakan pelantikan tersebut melanggar Peraturan Pemerintah No 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil karena SK penggantian dirinya bukan dari KSN oleh karena itu yang bersangkutan tidak hadir pada pelantikan tersebut.

"Jika saya hadir tentu saya akan mendapat sanksi," kata dia.

Ia menyampaikan terkait penggantian dirinya tersebut telah disampaikannya kepada Sekda Provinsi Sumbar guna meminta pendapat agar dirinya bebas dari jeratan hukum.

"Saya bersedia diletakkan dimana saja bahkan 'non job' selama proses yang dilewati benar," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar