Mahasiswa ISI Padang Panjang pamerkan tugas akhir berupa karya seni

id ISI Padang Panjang,Padang Panjang

Mahasiswa ISI Padang Panjang pamerkan tugas akhir berupa karya seni

Salah satu karya mahasiswa yang ditampilkan dalam pameran tugas akhir program studi kriya seni di ISI Padang Panjang. (ANTARA/HO-Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang (ANTARA) - Mahasiswa program studi kriya seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sumatera Barat memamerkan karya seni yang menjadi tugas akhir dengan tema "Seqamart Revitalisme Budaya" atau gagasan untuk mengangkat pentingnya nilai dalam sebuah kebudayaan.

Pameran dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Padang Panjang Martoni di Gedung Nusantara Kriya Seni ISI Padang Panjang, Selasa, ditandai dengan pengguntingan pita dan peragaan busana mahasiswa.

Menurut Martoni, pameran itu menunjukkan para mahasiswa memiliki kemampuan baik yang diharapkan dapat mereka manfaatkan untuk bersaing di dunia kerja atau menjalankan usaha sendiri dan membuka lapangan kerja baru.

"Seni juga sebuah karya yang mahal karena terlahir dari pemikiran dan imajinasi. Kami harap setelah lulus mahasiswa terus berkarya dan tetap mengangkat budaya daerah dalam karya-karyanya," katanya.

Ia juga menyampaikan harap agar para mahasiswa bisa menampilkan tugas akhir sebaik mungkin dan lulus kemudian bisa mengikuti wisuda pada Maret mendatang

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Padang Panjang Yandri menambahkan pameran tugas akhir itu diisi oleh 15 orang mahasiswa dari program studi kriya seni.

Karya yang dipamerkan yaitu lima mahasiswa menampilkan karya dari kayu, lima mahasiswa menampilkan karya tekstil, tiga mahasiswa dengan karya logam dan masing-masing satu mahasiswa menampilkan karya keramik dan kulit.

"Pameran karya ini sebenarnya langkah baru yang mahasiswa hadapi karena masih banyak lagi tantangan yang dihadapi setelah ini. Kami harap mahasiswa ini mampu mempertanggungjawabkan hasil yang mereka tampilkan," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar