Produksi ikan air tawar Pariaman naik tak sampai 3 ton

id ikan air tawar,Balai Benih Ikan,Produksi Ikan Pariaman

Produksi ikan air tawar Pariaman naik tak sampai 3 ton

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman, Sumbar Citrha Aditur Bahri. (Antara Sumbar/Istimewa)

Pariaman (ANTARA) - Produksi ikan air tawar di Kota Pariaman, Sumatera Barat pada 2019 mencapai 318 ton naik sekitar dua ton dari tahun sebelumnya yang hanya 316 ton.

"Ikan tersebut dibudidaya oleh warga Kota Pariaman yang gabung ke dalam 27 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan)," kata Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Dasril melalui Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Citrha Aditur Bahri di Pariaman, Selasa.

Ia menyebutkan produksi terbanyak yaitu pada Oktober berjumlah 30,94 ton, lalu disusul Juni dengan jumlah produksi 30,18 ton.

Adapun produksi ikan air tawar berdasarkan jenisnya yang dibudidaya di daerah itu yaitu ikan mas 11,12 ton, nila 80,80 ton, gurami 39,36 ton, patin 7,03 ton, dan lele 180,50 ton.

Ia mengatakan tingginya produksi budidaya lele tersebut karena permintaan pasar terhadap ikan itu masih tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya.

"Harapan kami warga Kota Pariaman meningkatkan konsumsi ikan guna memenuhi kebutuhan gizi," katanya.

Ia menyampaikan kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Kota Pariaman mencapai 40 kilogram perorang setiap tahunnya.

Ia menyampaikan untuk meningkatkan produksi ikan budidaya di daerah itu pihaknya menyediakan benih ikan melalui Balai Benih Ikan (BBI).

"BBI juga menjadi pusat pelatihan bagi pebudidaya ikan guna meningkatkan ilmunya," ujarnya.

Namun, lanjutnya saat ini pebudidaya lebih cendrung membeli benih ikan ke BBI dari pada pembudidaya penyedia benih ikan.

"Ke depan kami berupaya agar pebudidaya tidak saja membeli benih di BBI namun juga penyedia benih lainnya," kata dia.

Upaya tersebut, tambahnya yaitu dengan membuat kesepakatan penyedia benih memproduksi ikan ukuran kecil sampai sedang sedangkan BBI menyediakan benih ikan ukuran sedang sampai besar.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar