Lima hari proses pencarian, tiga korban longsor di Bogor belum ditemukan

id Longsor di Bogor,Tim Sar,Sukajaya

Lima hari proses pencarian, tiga korban longsor di Bogor belum ditemukan

Tim SAR melakukan pencarian terhadap korban longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (6/1/2020). (Foto : ANTARA/HO-Kantor SAR Bandung)

Bandung (ANTARA) - Hari ke lima proses pencarian tim SAR terhadap tiga korban longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor belum menemukan titik temu.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung, Deden Ridwansyah mengatakan pihaknya kini memperluas area pencarian. Kini, ujarnya luas area pencarian menjadi tiga wilayah setelah sebelumnya hanya dua wilayah.

"Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dengan membagi wilayah menjadi 3 sektor. Adapun Tim SAR Gabungan yang berada di lapangan kurang lebih berjumlah 130 orang yang berasal dari Basarnas, Kepolisian, TNI serta Relawan yang berasal dr berbagai organisasi," jelas Deden di Bandung, Senin.

Menurutnya sejak Senin pagi, pukul 07.30 WIB sudah bergerak kembali melakukan pencarian. Namun tim SAR menghadapi kendala karena pada pukul 09.05 WIB, wilayah tersebut diguyur hujan.

"Pada Pukul 09.05 Proses pencarian dihentikan sementara karena hujan mengguyur lokasi kejadian. Pencarian mulai dilanjutkan pada 10.00 WIB dimulai dengan pembagian sektor," tambah dia.

Selain itu, dalam pencarian hari ke lima ini Deden mengemukakan timnya berupaya menyemprotkan air untuk mengikis tanah terhadap sejumlah titik yang berkemungkinan menjadi tempat korban tertimbun tanah.

"Selain dengan dua alkon, pencarian juga dibantu dengan anjing pelacak milik Brimob untuk memudahkan titik penemuan korban," kata dia.

Seperti diketahui, di kawasan tersebut ada tiga orang yang diduga masih tertimbun tanah akibat longsor yang terjadi pada Selasa (31/12/2019). Adapun data korban yang tertimbun longsor yakni Amri (60), Saroh (25), Cicih (5).

Berdasarkan data dari Polda Jawa Barat, ada sebanyak 19 rumah terbawa hanyut dan luluh lantah oleh terjangan air dan lumpur. Terjangan tersebut diduga datang dari arah Gunung Tajur yang berada di dekat kawasan tersebut.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar