Wakil Ketua MPR : tokoh Minang berperan strategis jaga NKRI

id berita padang, berita sumbar, hidayat nur wahid, ketua mpr, tokoh minang

Wakil Ketua MPR : tokoh Minang berperan strategis jaga NKRI

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid pada  Diskusi Kebangsaan yang digelar Pemko Padang dengan tema "Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI" di Padang, Jumat (3/1) (Antara/Humas Pemkot)

Padang, (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengemukakan tokoh Minang berperan strategis dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahkan sejak negara ini merdeka.

"Generasi muda saat ini harus mengambil keteladanan dari para tokoh Minang terdahulu yang menjadi bagian sejarah menjaga keutuhan NKRI," kata dia di Padang, Jumat.

Ia menyampaikan hal itu dalam Diskusi Kebangsaan yang digelar Pemko Padang dengan tema "Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI" dihadiri Aparatur Pemko Padang, kepala OPD dan camat.

Menurut dia dalam sejarah ada dua tokoh utama Minang yang berperan sentral di masanya yaitu Mohammad Hatta dan Mohammad Natsir.

Ia menceritakan,dari sejarah Indonesia Mohammad Hatta sang proklamator Kemerdekaan RI tercatat berperan besar dalam menjaga NKRI.

Ketika kemerdekaan diproklamasikan supaya tidak pecah karena adanya tuntutan dari Indonesia bagian timur kala itu, maka ia segera langsung mengkomunikasikan pada tokoh-tokoh umat Islam dan pendiri bangsa sehingga dengan cepat dan sigap mengamankan keutuhan bangsa, kata dia.

"Sehingga selamat Pancasila dan NKRI kita olehnya," lanjut dia.

Selanjutnya Mohammad Natsir yaitu berperan pasca kemerdekaan RI sewaktu NKRI hanya diakui penjajah Belanda sebagai Republik Indonesia Serikat (RIS).

Namun dengan kenegarawanannya melupakan latar belakang politik, agama dan apapun ia langsung bertindak dan menyampaikan pidaton pada 1950 yang disebut Mosi Integral guna menyatukan Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Apa yang dilakukan Natsir itu diterima baik oleh Mohammad Hatta selaku Perdana Menteri RIS kala itu serta tokoh Minang lainnya. Dan kembali Indonesia menjadi NKRI dan tidak lagi menjadi RIS, ujar dia.

Oleh sebab itu ia mengajak tokoh tokoh-tokoh Minang tetap bisa mengambil peran strategis dalam mengokohkan NKRI.

"Ketika saat ini banyak warga negara yang khawatir dari adanya perobahan UUD, akibat politik pembelahan, politik identitas dan lain sebagainya itu maka tokoh Minang diharapkan bisa memberikan kelanjutan peran itu, kata dia.

Ia menyarankan langkah yang bisa diambil seperti mencegah tindakan separatis serta mencegah perpecahan melalui penyebaran isu radikalisme terhadap suatu agama yang mengkhawatirkan.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar