Ratusan bunga Bangkai ditemukan di perkebunan sawit milik warga Lubukbasung

id bunga bangkai,BKSDA Agam,konflik satwa dan manusia

Ratusan bunga Bangkai ditemukan di perkebunan sawit milik warga Lubukbasung

Petugas BKSDA Resor Agam sedang membersihkan lokasi bunga bangkai di Bukik Kampuang, Jorong Surabayo, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Jumat (4/1). (ANTARA/Yusrizal)

Lubukbasung, (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat, menemukan ratusanvegetatif bunga bangkai jenis amorphophallus variabilis saat menangani satwa liar jenis beruang madu dengan manusia, Jumat.

"Ratusan vegetatif bunga bangkai itu ditemukan di lahan perkebunan kelapa sawit yang juga lokasi warga menemukan beruang madu di Bukik Kampuang, Jorong Surabayo, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung," kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Jumat.

Ia mengatakan, vegetatif bunga bangkai itu tumbuh diantara pohon kelapa sawit milik Peri (37), warga Batu Palano, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubukbasung.

Tinggi bunga bangkai itu bervariasi mulai dari 10 centimeter sampai 1,5 meter.

"Bunga bangkai itu akan mekar enam bulan sampai satu tahun ke depan," katanya.

Dengan temuan itu, Ade mengimbau warga untuk menjaga bunga bangkai itu agar mekar sempurna nantinya karena bunga itu dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistimnya.

Apabila mekar, bunga itu akan menjadi daya tarik bagi warga untuk melihat secara dekat. "Ini akan menjadi destinasi wisata baru mengingat lokasi cukup dekat dengan permukiman warga," katanya.

Salah seorang warga, Azizul Hakim (31) mengatakan sebelumnya vegetatif bunga bangkai itu lebih banyak ditemukan di kebun sawit warga.

"Di dalam kebun kelapa sawit masih banyak vegetatif bunga itu dan 15 tahun yang lalu bunga bangkai pernah mekar dengan ketinggian tiga meter," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar