Warga Padang Pariaman diresahkan dengan harimau berkeliaran di kebun (Video)

id jejak harimau

Warga Padang Pariaman diresahkan dengan harimau berkeliaran di kebun (Video)

Jejak kaki harimau di kebun warga Korong Pasa Balai, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan Limo Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Kamis. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S.)

Parit Malintang (ANTARA) - Warga Korong Pasa Balai, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan Limo Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) diresahkan dengan berkeliarannya seekor harimau di perkebunan di daerah itu.

"Tidak saja jejaknya yang terlihat warga namun juga ada warga yang melihatnya langsung," kata Wali Nagari Kudu Gantiang Muhamad Yunin di Kecamatan Limo Koto Timur, Kamis.

Ia mengatakan meskipun hingga saat ini belum ada warga dan ternak yang diterkam oleh harimau tersebut namun kehadiran binatang buas itu telah meresahkan warga.

Ia menyampaikan tidak saja melihat jejak harimau tersebut di tiga lokasi berbeda namun sejumlah pemburu juga mendengar binatang itu mengaum sebanyak dua kali.

"Hingga saat ini kami telah mengimbau warga agar berhati-hati ketika masuk ke hutan dan ladang," katanya.

Ia mengatakan kehadiran harimau tersebut telah disampaikan oleh Babinsa setempat kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

"Kami berharap pihak BKSDA menanggapi masalah ini," ujarnya

Sementara itu, warga yang melihat harimau tersebut Ujang Jambak (63) mengatakan ia melihat binatang buas itu pada Senin lalu sekitar pukul 13.00 WIB ketika berteduh dari hujan di pondok sawah saat mengembala kerbaunya.

"Ketika itu jarak antara saya dengan harimau itu sekitar empat meter dengan posisinya menyampingi saya," kata dia.

Sekitar 10 menit berlalu, lanjutnya harimau itu mulai menjauh dan Ujang pun langsung memukul-mukul seng pondok dengan parang sambil mendeham dengan tujuan untuk mengusir harimau tersebut.

Namun mendengar suara pukulan tersebut, harimau itu malah melihatnya beberapa saat dan lalu binatang buas itu pergi.

Ia menyebutkan panjang harimau itu sekitar 1,2 meter dan penemuannya di daerah tersebut baru pertama kali.



Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar