40 persen warga Padang Pariaman terancam banjir, abrasi dan tsunami, ini penyebabnya

id Kajian Risiko Bencana ,Padang Pariaman,berita Padang Pariaman,Padang Pariaman terkini,berita sumbar

40 persen warga Padang Pariaman terancam banjir, abrasi dan tsunami, ini penyebabnya

Narasumber pada Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan Rencana Penanggulangan Bencana di Padang Pariaman sedang menjelaskan terkait bencana yang mengamcam daerah itu, di Parit Malintang, Senin. (Antara/Aadiaat M.S.)

Parit Malintang, (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Budi Mulya mengatakan sekitar 40 persen warga di daerah itu terancam menjadi korban banjir, abrasi, dan tsunami.

"Sekitar 40 persen warga tinggal di sekitar aliran 11 sungai aktif di Padang Pariaman serta dekat dengan pantai," kata dia di Parit Malintang, Rabu.

Ia mengatakan belasan sungai tersebut secara bergantian sepanjang tahun meluap karena tingginya curah hujan akibat cuaca ekstrem sehingga berpotensi merendam rumah warga dan merusak infrastruktur.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya pihaknya telah membuat kajian bersama pihak terkait untuk penananam pohon yang dapat menahan banjir dan hal serupa juga dilakukan di daerah pantai untuk mengurangi dampak abrasi dan gelombang stunami.

"Padang Pariaman belum memiliki shelter namun kita diarahkan oleh BNPB untuk mengutamakan mitigasi nontruktural atau menanam pohon," katanya.

Ia menyadari kesulitan untuk mengedukasi dan mitigasi warga yang tinggal di sekitar sungai dan pantai karena lokasi-loaksi tersebut menjadi tumpuan warga tinggal dan mencari nafkah.

Selain sungai meluap dan tsunami, lanjutnya sejumlah bencana lainnya juga mengacam warga lainnya di daerah itu yaitu di antaranya longsor dan cuaca ekstrem yang berakibat pada tumbangnya pohon-pohon.

"Data tersebut berdasarkan kajian risiko bencana yang kami buat dan telah disosialisasikan kepada pemangku kepentingan yang tujuannya dapat di sampaikan kepada masyarakat," katanya.

Sosialisasi kajian risiko bencana yang disertakan dengan rencana penanggulangannya disampaikan pada Senin (23/4) yang bertujuannya agar warga mengetahui bencana apa yang berada di lokasinya serta menyiapkan langkah penyelamatan diri.

"Dan tidak kalah penting selalu waspada," ujarnya.

Ia menyebutkan setidaknya ada 11 nagari dari sejumlah kecamatan di Padang Pariaman yang berpotensi terdampak tsunami dan enam kecamatan di daerah itu yang menjadi daerah rawan banjir dan longsor. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar