Pemkot sebut kerugian banjir Bukittinggi capai Rp250 juta

id Bukittinggi

Pemkot sebut kerugian banjir Bukittinggi capai Rp250 juta

Warga bersih-bersih rumah usai banjir terjadi di Bukittinggi pada Kamis(19/12) malam. (Istimewa)

Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi menyebutkan kerugian banjir yang melanda tiga kecamatan di daerah itu pada Kamis (19/12) mencapai Rp250 juta

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bukittinggi Ibentaro Samudra di Bukittinggi, Minggumengatakan sebanyak 107 unit rumah serta sejumlah fasilitas umum lainnya terendam banjir.

Fasilitas yang terendam banjir yaitu satu unit masjid, 100 petak toko di Pasar Bawah, satu rumah sakit, satu kantor lurah, tiga unit sekolah, tujuh sepeda motor serta satu unit mobil masuk ngarai.

Berdasarkan prakiraan BMKG, ia mengatakan musim hujan masih akan berlangsung hingga Januari 2020 sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan bagi warga di daerah rawan bencana di Bukittinggi.

Setidaknya terdapat lima daerah yang selalu mengalami genangan air hingga banjir jika hujan terjadi yaitu di Anak Aia, Tarok, Pasar Bawah, Pintu Kabun dan belakang sekolah Jam'iyatul Hujjaj.

Ia menilai kondisi itu disebabkan karena ketidakmampuan drainase menampung air dari luar daerah yang masuk ke dalam kota.

"Sebagai solusi agar lokasi itu tidak terus mengalami banjir, perlu peran pemerintah provinsi untuk membangun saluran air baru dan membagi saluran air yang masuk ke dalam Bukittinggi datang dari batas kota," katanya.

Selain banjir, dua daerah di Bukittinggi termasuk rawan longsor yaitu Belakang Balok dan Atas Ngarai.

Sebagai antisipasi bencana di musim hujan, pihaknya menyiagakan piket posko dan relawan dari kelompok siaga bencana.

Warga juga diminta untuk tidak membuang sampah ke saluran air karena dapat memperparah kondisi disebabkan tersumbatnya saluran air akibat sampah yang menumpuk dan menjauh dari ngarai saat hujan turun dalam durasi lama.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar