Korban banjir di Kampung Tarandam mengaku belum makan sejak pagi (video)

id Banjir Solok Selatan,penyebab banjir solok selatan,dampak banjir solok selatan,Kampung Tarandam,berita banjir

Korban banjir di Kampung Tarandam mengaku belum makan sejak pagi (video)

Banjir di Kampung Tarandam, Kecamata Sungai Pagu, Kab. Solok Selatan, Jumat (13/12) (ANTARA/HO)

Padang Aro (ANTARA) - Korban banjir di Kampung Tarandam, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengaku belum makan sejak pagi dan bantuan makanan dari pemerintah juga belum datang.

"Belum ada makan dari pagi pak, semua peralatan memasak dan bahan makan terendam semua", kata seorang korban banjir Liar (43) di Padang Aro, Jumat.

Dia berharap, ada bantuan makanan dari pemerintah karena warga yang menjadi korban banjir tidak bisa memasak.

"Kami sudah mulai kedinginan serta lapar sebab sejak pagi belum sarapan maupun makan. Saya berharap ada bantuan nasi dari pemerintah," ujarnya.

Ia bersama warga lainnya, masih menunggu air surut setelah itu langsung membersihkan rumah dari lumpur yang terbawa banjir.

Warga lainnya Dinda mengatakan, saat ini yang paling dibutuhkan korban adalah makanan sebab sejak pagi belum ada yang dimakan.

"Gimana mau masak pak, semua peralatan dan bahan makan basah terpaksa kami menunggu bantuan makanan dari pemerintah," ujarnya.

BANJIR SOLOK SELATAN



Ia menambahkan, banjir mulai memasuki permukiman warga Jumat sekitar pukul 01.00 Wib dan terus naik hingga puncaknya sekitar pukul 04.00 wib.

"Sejak pukul 04.00 wib kami sudah berendam air hingga selesai Jumat belum juga makan," ujarnya.

Warga lainnya Ham mengatakan, ia terpaksa membeli sendiri nasi keluar sebab bantuan dari pemerintah belum tahu kapan datangnya.

"Saya beli sendiri nasi sebab kalau menunggu bantuan bisa mati kelaparan," ujarnya.

Kondisi banjir saat ini sudah mulai surut dan beberapa warga sudah mulai membersihkan rumahnya dari lumpur yang terbawa air.

Sementara itu Sekretaris Daerah Yulian Efi dan Kalaksa BPBD Richi Amran ketika dihubungi melalui telepon seluler tidak memberi jawaban.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar