Saham-saham Wall Street menguat di tengah optimisme atas kesepakatan perdagangan

id Wall Street,indeks S&P,indeks Dow,indeks Nasdaq

Saham-saham Wall Street menguat di tengah optimisme atas kesepakatan perdagangan

Para pialang sedang bekerja di Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri.

New York, (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street mengakhiri sesi perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) dengan keuntungan kuat, didorong laporan bahwa Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan prinsip pada perdagangan dengan China, hanya beberapa hari sebelum tarif baru AS untuk impor barang China diberlakukan. Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan perdagangan "fase-satu" dalam prinsip dengan China, sebuah sumber yang diberitahu tentang pembicaraan antara kedua negara pada Kamis (12/12/2019), mengatakan pernyataan dari Gedung Putih diharapkan segera.

Sebelumnya, seperti dikutip Reuters, Presiden AS Donald Trump mencuit pada Kamis (12/12/2019) bahwa Amerika Serikat sangat dekat dengan masalah besar dengan China di tengah laporan bahwa negara itu sedang mempertimbangkan penundaan atau kemungkinan pembatalan tarif yang dijadwalkan berlaku pada 15 Desember.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 220,75 poin atau 0,79 persen, menjadi ditutup di 28.132,05 poin. Indeks S&P 500 berakhir bertambah 26,94 poin atau 0,86 persen, menjadi 3.168,57 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 63,27 poin, atau 0,73 persen, menjadi berakhir di 8.717,32 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor keuangan menguat dua persen, memimpin kenaikan sektoral.

Sementara itu, sektor real estat turun1,45 persen, menjadi kelompok berkinerja terburuk, sebut Xinhua.

Wall Street juga terus meneliti keputusan terbaru Federal Reserve tentang kebijakan moneter.

Bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal di 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu (11/12/2019), sesuai dengan ekspektasi pasar.

The Fed mengatakan akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi ketika menilai jalur yang tepat dari kisaran target untuk suku bunga dana federal.

Bank sentral mengisyaratkan tidak ada keinginan segera untuk kenaikan suku bunga, menghilangkan ketakutan akan pengetatan kebijakan moneter di kalangan investor, para ahli mencatat.

Dalam data ekonomi, dalam pekan yang berakhir 7 Desember, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, melonjak 49.000 menjadi 252.000, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (12/12/2019). Ini adalah level tertinggi untuk klaim awal sejak 30 September 2017, kata departemen itu. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar