Dinas Sosial Dampingi Pelajar Korban Pelecehan Seksual

id berita pesisir selatan, pelecehan siswa, berita sumbar

Dinas Sosial Dampingi Pelajar Korban Pelecehan Seksual

Korban didampingi temannya menjalani serangkaian pemeriksaan dari personel kepolisian dan kejaksaan. (Antara/istimewa)

Painan (ANTARA) - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan AnakKabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terus mendampingi pelajar salah satu SMP di Kecamatan Sutera, daerah setempat, yang menjadi korban pelecehan seksual oleh guru sekolah.

"Setelah kami mendapat informasi mengenai hal tersebut kami langsung memberikan pendampingan pada korban," kata Kasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pesisir Selatan, Marfen Rosadi di Painan, Rabu.

Ia menambahkan pendampingan akan diberikan tidak hanya pada tahapan pemeriksaan di kepolisian namun juga di kejaksaan hingga proses persidangan.

"Pendampingan akan kami lakukan secara menyeluruh, hal tersebut dimaksud agar kejadian memalukan itu tidak meninggalkan trauma mendalam bagi korban," kata dia.

Bahkan pada beberapa kasus serupa, pihaknya juga mendatangkan psikiater melalui kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

"Dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan psikiAter juga akan kami datangkan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMP tempat pelajar menuntut ilmu, Jufriyadimenyesalkan kejadian itu, ia mengenal pelaku sebagai guru yang baik dan cukup disegani di tempat tinggalnya.

"Lem Harmadeli (32) berstatus sebagai guru honorer di sekolah kami, ia mulai sekitar lima tahun terakhir," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Pesisir Selatan, AKBP Cepi Noval melalui Kasat Reskrim AKP Allan Budikusuma menyebut pelaku saat ini telah ditahan untuk penyidikan lebih lanjut.

"Usai diperiksa ia langsung kami tahan," ungkapnya.

Ia menyebutkan kejadian tersebut bermula pada Jumat (6/12) saat korban diutus sekolahnya mengikuti salah satu perlombaan di ibu kota kabupaten.

Karena jarak sekolah ke lokasi lomba agak jauh, pelaku menawarkan diri mengantarkan korban ke pusat kecamatan guna mempersingkat jarak korban ke ibu kota kabupaten.

Sesampainya di sana pelaku mengajak korban makan, selanjutnya langsung ke ibu kota kabupaten dan memesan hotel untuk korban.

Sekitar pukul 21.00 WIB pelaku datang ke kamar dan langsung memeluk korban, atas perlakuan itu korban menghindar dan lari ke luar hotel.

Berdasarkan catatan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat hingga November 2019 terjadi 64 kasus kekerasan terhadap anak, 24 kasus adalah pelecehan seksual dan sisanya penganiayaan berat dan ringan.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar