Dosen Unand edukasi masyarakat Lintau tentang manfaat dadih cegah stunting

id Berita Padang, pengabdian masyarakat, dosen Unand

Dosen Unand edukasi masyarakat Lintau tentang manfaat dadih cegah stunting

​​​​​​​​​​Sejumlah dosen Unand mengedukasi masyarakat Nagari Tanjung Bonai Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar tentang manfaat dadih pencegah stunting (Antara/Laila Syafarud).  

Padang, (ANTARA) - Sejumlah dosen Universitas Andalas Padang mengedukasi masyarakat di Nagari Tanjung Bonai Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar tentang pemanfaatan makanan tambahan berupa dadih atau susu kerbau yang difermentasi untuk ibu hamil dan memberikan pelatihan pemantauan status gizi pada petugas kesehatan setempat.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Pengabdian Masyarakat Unand Dr Susmiati di Padang, Rabu, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilakukan oleh beberapaorang dosen dari tiga fakultas yang berbeda yakni dari fakultas keperawatan, fakultas kedokteran dan fakultas kesehatan masyarakat.

"Salah satu makanan yang tinggi nilai gizi baik protein, lemak dan probiotiknya yang mudah didapatkan di daerah Lintau Buo adalah dadih atau susu kerbau difermentasi," kata dia.

Menurutnya pemberian makanan tambahan (PMT) berupa dadih tersebut tidak efektif bila tidak diikuti dengan pemantauan tumbuh kembang oleh petugas kesehatan.

"Untuk itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang PMT dan peningkatan pengetahuan petugas tentang pemantauan tumbuh kembang bayi dan anak," katanya menambahkan.

Ia juga menambahkan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penyuluhan tentang pemanfaatan pemberian makanan tambahan berbasis dadih pada ibu hamil serta pelatihan pemantauan tumbuh kembang pada petugas kesehatan di Nagari Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar yang terkenal sebagai daerah penghasil dadih yang tinggi kandungan bakteri asam laktat.

"Sasaran Pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil dan petugas kesehatan di wilayah Lintau Buo Utara," katanya.

Ia juga menjelaskan tentang metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat di daerah tersebut terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan berupa persiapan izin lokasi, pembuatan modul penyuluhan.

Tahap kedua pelaksanaan penyuluhan dan peragaan pemantauan tumbuh kembang bayi dan anak.

Kemudian tahap ketiga evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan berupa memberikan nilai tambah pengetahuan ibu hamil dan petugas kesehatan sehingga diharapkan angka stunting di daerah tersebut dapat ditekan.

Seorang dosen fakultas kesehatan masyarakat yang merupakan anggota pengabdian masyarakat di daerah Lintau Buo tersebut Dr Helmizar mengatakan pemerintah daerah setempat merespon dengan baik kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan.

"Waktu audiensi bersama Bupati Tanah Datar melalui Dinas Peternakan akan memberikan bantuan sebanyak 20 ekor kerbau ke masyarakat di Nagari Tanjung Bonai Lintau Buo," kata dia.

Ia berharap makanan tradisional berupa dadih dapat kembali dilestarikan di Sumatera Barat. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar